30 C
Sidoarjo
Sunday, June 28, 2026
spot_img

Pendampingan DPKP Pemkot Batu Dorong Peningkatan Produksi Perikanan

Kota Batu, Bhirawa – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk terus mendorong peningkatan sektor perikanan budidaya yang lebih modern. Pemkot memberikan pendampingan kepada para pembudidaya ikan agar produkai ikan dari Kota Wisata ini bisa berkelanjutan dan memiliki daya saing. Dan yang paling penting sektor perikanan di Kota Batu harus bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melakukan pendampingan dengan memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada kelompok pembudidaya termasuk para pengolah ikan di kota ini. Bimtek ini meliputi penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Wali Kota Batu, Nurochman meminta dari pelatihan pembenihan dan budidaya ikan yang diikuti para pelaku perikanan di Kota Batu tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja.

“Hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pembudidaya ikan,” ujarnya, Minggu (28/6).

Ia menegaskan bahwa sektor perikanan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Karena itu, hasil pelatihan harus diterjemahkan menjadi program tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur ini menyoroti diperlukannya optimalisasi potensi perikanan yang dimiliki Kota Batu, mulai dari kelompok pembudidaya ikan hingga fasilitas pendukung yang ada. Menurutnya, pemerintah akan hadir melalui kebijakan yang mampu memperkuat sektor perikanan agar bisa berkembang dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan.

Berita Terkait :  Normalisasi Afvoer Watudakon Jombang Diusulkan ke BBWS Brantas

Budidaya ikan bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan. Kota Batu memiliki potensi besar dengan kondisi geografis yang sejuk dan sumber daya air yang melimpah.

“Potensi ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal sehingga bisa mendukung pengembangan budidaya perikanan di Kota Batu,” pesan Cak Nur.

Diketahui, pekan kemarin DPKP Pemkot Batu telah melaksanakan bimtek penerapan CPIB dan CBIB dengan melibatkan 50 peserta dari kelompok pembudidaya ikan dan pengolah hasil perikanan.

Dalam bimtek ini, DPKP menghadirkan narasumber dari Balai Besar (BB) Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (P2MHKP), serta Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya.

“Forum bimtek bagi pembudidaya dan pengolah ikan ini penting untuk menambah pengetahuan dan memperbarui informasi. Namun yang lebih penting adalah implementasinya,” tegas Cak Nur.

Untuk itu ia meminta adanya tindak lanjut yang nyata, terukur, dan berdampak bagi para pembudidaya ikan di Kota Batu. Ilmu yang diperoleh dari bimtek ini harus bisa langsung diterapkan di lapangan, agar memberi dampak nyata bagi peningkatan produksi, dan pendapatan pembudidaya.

Melalui penerapan CPIB dan CBIB, pembudidaya diharapkan mampu menghasilkan ikan sehat dan aman konsumsi. Selain itu mereka juga dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko penyakit, serta memperkuat daya saing produk perikanan lokal.

“Ilmu yang diperoleh dari bimtek ini harus bisa langsung diterapkan di lapangan, agar memberi dampak nyata bagi peningkatan produksi, pendapatan pembudidaya, dan kualitas hasil perikanan Kota Batu,” tandas Cak Nur. [nas.kt]

Berita Terkait :  Dinsos Jatim Monitoring Penyaluran PKH Plus Tahap III di Empat Daerah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!