27.2 C
Sidoarjo
Sunday, June 28, 2026
spot_img

Bupati Pasuruan Proyeksikan Pemain Muda ke Level Profesional


Pasuruan, Bhirawa – Kompetisi sepak bola usia muda di daerah terus menjadi ceruk potensial bagi lahirnya bibit-bibit atlet masa depan. Dalam partai final Liga Pelajar Kabupaten Pasuruan 2026 yang berlangsung ketat, tim Kecamatan Gempol sukses merengkuh gelar juara setelah menundukkan Kecamatan Pandaan lewat drama adu penalti di babak puncak.

Turnamen berjenjang yang berlangsung sejak Rabu (17/6) hingga akhir pekan lalu ini menegaskan kembali pentingnya konsistensi kompetisi usia dini sebagai fondasi utama pembinaan makro sepak bola nasional.

Melalui ajang yang mempertemukan talenta antarpelajar ini, bakat-bakat muda dipantau secara intensif guna menjaring pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Pertandingan final ideal yang mempertemukan dua kekuatan utama dari wilayah barat Kabupaten Pasuruan tersebut menyajikan tensi tinggi sejak menit awal.

Kesebelasan Gempol sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat skema permainan terbuka. Namun, keuletan barisan depan Pandaan membuahkan hasil menjelang laga usai, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut ke babak tos-tosan.

Pada fase krusial ini, ketangguhan mental penjaga gawang Gempol menjadi pembeda. Ia berhasil menepis dua eksekusi penalti dari pemain Pandaan, memastikan kemenangan dramatis dengan skor akhir 3-1, sekaligus mengunci trofi supremasi antarpelajar tersebut.

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, yang hadir langsung menyaksikan dinamika di lapangan, mengapresiasi tinggi daya juang seluruh tim yang terlibat. Ia mengingatkan kompetisi ini bukan sekadar urusan menang dan kalah, melainkan investasi jangka panjang.

Berita Terkait :  1.300 Karateka Bertanding di Piala Kadikbud dan Ketua Umum Forki Sidoarjo

“Selamat untuk Kesebelasan Pelajar Kecamatan Gempol yang meraih juara pertama. Bagi anak-anak yang belum beruntung, jangan patah semangat dan berlatihlah terus. Liga pelajar ini merupakan bentuk nyata dari kaderisasi pemain sepak bola yang berjenjang di Kabupaten Pasuruan,” kata Mas Rusdi.

Menurut Mas Bupati, pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap keberlanjutan karier para pemain muda ini. Talenta-talenta terbaik yang terjaring dari turnamen ini tidak akan dibiarkan mandek.

Mereka diproyeksikan masuk ke dalam sistem pembinaan klub daerah yang lebih tinggi, seperti Pasuruan United maupun Persekabpas Pasuruan, sebagai jembatan menuju level profesional.

Selepas penyerahan piala tetap dan dana pembinaan kepada kapten tim Gempol, panitia penyelenggara memastikan program pembinaan akan langsung bergulir melalui pemusatan latihan daerah.

“Pemantauan berkala akan diberlakukan agar performa serta perkembangan fisik dan taktik para pemain muda ini tetap terpantau dengan standar yang baik,” imbuh Mas Rusdi.

Melalui penguatan ekosistem sepak bola usia muda yang melibatkan sinergi erat antara pemerintah daerah, instansi pendidikan, dan pengurus cabang olahraga setempat, Kabupaten Pasuruan berambisi mengembalikan kejayaan dan eksistensi prestasi sepak bola mereka, baik di tingkat regional maupun nasional. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!