Kota Mojokerto, Bhirawa – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menekankan pentingnya penyusunan policy brief yang berbasis praktik lapangan agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan lebih relevan, aplikatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam kunjungan lapangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 ke Kota Mojokerto, Kamis (25/6/2026).
Kunjungan yang dipimpin Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, S.H., M.A., menjadi bagian dari proses pendalaman penyusunan policy brief sebagai salah satu tahapan utama dalam pengembangan kompetensi kepemimpinan nasional.
Dalam kegiatan, para peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai praktik dan inovasi yang berkembang di daerah. Kunjungan lapangan dilakukan ke Koperasi Kelurahan Merah Putih dan Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Maja Bharama Wastra yang berlokasi di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Sebanyak 35 peserta yang merupakan calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) dari instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur kepolisian melakukan observasi langsung terhadap berbagai praktik baik di daerah. Mereka mengunjungi Koperasi Kelurahan Merah Putih dan Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Maja Bharama Wastra di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.
Menurut Tri Widodo, pembelajaran di kelas perlu diperkaya dengan pengalaman empiris di lapangan agar peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai persoalan sekaligus potensi yang dimiliki pemerintah daerah.
“Melalui kunjungan lapangan ini, kami memperoleh gambaran nyata yang dapat dipelajari secara langsung. Perpaduan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman lapangan diharapkan menghasilkan policy brief yang lebih tepat sasaran serta rekomendasi kebijakan yang relevan, aplikatif, dan bermanfaat bagi pembangunan di masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengamatan, diskusi, dan pengumpulan data selama kunjungan menjadi bekal penting dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang berbasis fakta di lapangan. Dengan demikian, policy brief yang dihasilkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga implementatif dan sesuai kebutuhan daerah.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyambut baik dipilihnya Kota Mojokerto sebagai lokasi kunjungan lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman antara pemerintah daerah dengan para peserta PKN dari berbagai institusi.
“Semoga kunjungan ini memberikan manfaat yang besar, tidak hanya bagi para peserta dalam memperkaya wawasan dan pengalaman kepemimpinan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Pemerintah Kota Mojokerto melalui berbagai masukan, gagasan, dan perspektif baru yang diperoleh selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik lapangan, LAN RI berharap lahir pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, serta mampu merumuskan kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kunjungan ke Kota Mojokerto juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. [ina]


