28.3 C
Sidoarjo
Thursday, June 25, 2026
spot_img

Hasilkan Ratusan Publikasi Ilmiah, Guru Besar Kimia Ubaya Masuk 5% Peneliti Teratas Dunia


Surabaya, Bhirawa – Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) berhasil menduduki posisi 5% Peneliti Teratas Dunia (World’s Top 5% Scientists in the 2025) versi Scirank Global Registry.

Guru besar Bidang Ilmu Teknik Kimia sudah menghasilkan ratusan publikasi ilmiah yang banyak diantaranya terindeks Scopus, beliau memfokuskan penelitiannya dalam membrane technology, sebuah metode penyaringan dan pemisahan senyawa kimia, baik berupa gas, maupun cairan, Kamis (25/6).

Dosen Program Studi Teknik Kimia FT Ubaya Prof. Putu Doddy Sutrisna, Ph.D. mengatakan bahwa mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah penelitian, semakin banyak penelitian dilakukan, keinginan untuk meraih gelar akademik yang lebih tinggi juga semakin kuat.

“Inovasi dihasilkan ialah teknik sintesis membran filter yang digunakan dalam pemisahan gas dan cairan menggunakan bahan polimer, teknologi pemfilteran yang lazim digunakan, temuan ini cenderung lebih elastis, tipis, tidak mudah pecah, menempel dengan baik, serta dapat melakukan pemilahan molekul berdasarkan ukuran,” katanya.

Lanjut Prof. Putu mengukapkan sekarang mendalami teknologi penyaringan serta pemisahan gas dan cairan dapat berkontribusi dalam mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK) yang berimbas terhadap perubahan iklim secara global.

“Secara aktif mendampingi industri membutuhkan pengaplikasian teknologi membran dalam penyaringan dan pemurnian limbah supaya tidak mencemari lingkungan, serta mengkaji penerapan teknologi membran dalam menyaring partikel mikro dan nanoplastik yang berperan dalam degradasi air dan makhluk hidup,” tuturnya.

Berita Terkait :  Tekan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, Dindik Lakukan Penguatan TPPK

Prof. Putu menambahkan tetap menekuni penelitian pada bidangnya sebagai wujud pertanggungjawaban dan reputasinya di dunia akademik. “Capaian ini jadi bukti kualitas dan kredibilitas peneliti nasional, terutama berasal dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkup global, sebab itu berbagai hasil riset yang diinkubasi di universitas hendaknya mendapatkan dukungan yang maksimal dari pihak industri, maupun pemerintah,” ungkapnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!