31.1 C
Sidoarjo
Saturday, June 13, 2026
spot_img

Budayawan Cak Nas Gelar Workshop Teater Jombangan

Jombang, Bhirawa – Budayawan Jombang, Nasrul ilah atau Cak Nas menggelar kegiatan Workshop Teater Jombangan di Aula Terbuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Sabtu (13/06) hingga Minggu (14/06). Kegiatan ini diikuti para pelaku seni, pelajar, hingga pegiat budaya lokal di Kabupaten Jombang.

Workshop digelar Cak Nas melalui pendanaan program Dana IndonesiaRaya sebagai transformasi dari Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan RI.

Program tersebut dirancang sebagai motor penggerak pemajuan kebudayaan nasional, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global melalui penguatan ekosistem seni daerah.

Sejumlah perwakilan kesenian asli Jombang tradisional seperti Wayang Topeng Jatiduwur dan Sandur Manduro juga turut ambil bagian pada kegiatan tersebut.

Selama pelaksanaan, peserta menerima materi seputar dunia teater dari narasumber berpengalaman. Materi pengantar teater disampaikan oleh Catur Budi Setyo dari Teater Suket Indonesia. Sedangkan sesi latihan teater dan dramaturgi dibawakan oleh Cucuk Espe dari Teater Kopi Hitam.

Lantas Cak Nas memberikan materi tentang struktur cerita.  Cak Nas menyampaikan, pada akhir acara, masing-masing kelompok akan menampilkan teater.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasubbag Umum Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Vera Fenniwaty Wailanduw sekaligus membuka acara.

Vera mengapresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya nasional.

“Saya mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Bu Endah, yang hari ini sedang rapat dengan Kementerian Kebudayaan,” kata Vera.

Berita Terkait :  UPT PSTW Blitar Dinsos Jatim Berikan Bimbingan Keperawatan bagi Praktikan IIK Strada Kediri

“Dana IndonesiaRaya untuk mendukung pelestarian kebudayaan Indonesia. Ini sebagai bentuk negara menghargai keragaman. Diberikan kepada kelompok maupun perorangan. Semoga workshop ini berjalan dengan lancar,” bebernya.

Cak Nas menegaskan, Workshop Teater Jombangan telah lama direncanakan, seiring dengan perhatiannya terhadap perkembangan teater rakyat di Kabupaten Jombang.

Cak Nas memandang, Kabupaten Jombang memiliki kekayaan tradisi teater yang hidup dan terus berkembang dari generasi ke generasi.

Cak Nas lalu menyebutkan sejumlah tokoh dan perkembangan seni di Jombang. Mulai dari Pak Santik yang menciptakan seni Lerok, berkembang menjadi seni Besut, hingga meluas menjadi Ludruk sebagai bentuk seni pertunjukan yang lebih terbuka.

“Lama-lama seni Besut ingin lebih luas. Hingga akhirnya muncul seni Ludruk yang bisa menampung hal yang lebih luas. Ini merupakan entitas seni tradisional yang khas Jombangan,” tutur Cak Nas.

Berkembang pula kesenian bernuansa Islami seperti Gambus Misri yang menampilkan lakon-lakon dari Timur Tengah.

Cak Nas juga menyampaikan perihal keberadaan budaya panji Jombangan seperti Wayang Topeng Jatiduwur dan Sandur Manduro yang masih bertahan hingga kini.

Menurut Cak Nas, teater Jombangan memiliki karakter berbeda dengan teater modern karena lebih menekankan improvisasi.

“Proses mengangkat lakon merupakan hasil rundingan atau musyawarah. Bukan naskah tertulis yang bersifat kaku,” terang Cak Nas.

“Jadi teater Jombangan itu tidak kenal naskah. Naskah hanya bersifat ‘treatmen’. Hanya catatan kecil adegan yang sangat singkat. Para pemain sudah hafal masing-masing lakon tersebut,” pungkas Cak Nas. [rif.kt]

Berita Terkait :  Buka Dua Gerai Sekaligus di Jawa Timur, Haraku Ramen Hadirkan Ramen Halal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!