Peserta MRAN 2026 menyalakan lilin saat menyanyikan lagu berjudul Usah Kau Lara Sendiri dan Lilin-Lilin Kecil, Jumat (5/60 malam.
Tulungagung, Bhirawa.
Kabupaten Tulungagung menjadi satu di antara empat daerah kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur yang mempertahankan keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD). Pemkab Tulungagung berkomitmen untuk melakukan penanggulangan HIV/AIDS secara berkelanjutan.
“Mengapa KPAD masih dipertahankan, karena merupakan komitmen pemerintah daerah (Tulungagung) yang ketuanya juga kepala daerah. Artinya, kalau KPAD masih ada tentunya komitmen isu HIV/AIDS bukan sementara, akan seterusnya,” ujar Sekretaris KPAD Tulungagung, Ifadah Nur Rohmaniah, saat acara Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2026 di Gedung Sabha Husada Bhakti Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jumat (5/6) malam.
Menurut dia, di Jawa Timur saat ini hanya ada lima daerah kabupaten/kota yang tetap mempertahankan keberadaan lembaga KPAD. Termasuk Tulungagung.
“Yang lainnya sudah tidak ada. Dibubarkan,” imbuhnya.
Ifadah menyebut KPAD Tulungagung terus meningkatkan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan LSM serta lintas sekoral dalam menanggulangi penyakit HIV/AID. Mereka saling melengkapi dan menguatkan.
“KPAD sebagai lembaga koordinatif, monev dan kebijakan. Dinkes dengan teknis pengobatan dan layanan. Sementara penanggulangan bukan medis semata. Karena itu, KPAD mendorong OPD lingkup Pemkab Tulungagung untuk aktif ikut terlibat,” paparnya.
Sebelumnya, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, yang mewakili Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengungkapkan saat ini jumlah warga Kota Marmer yang terjangkit HIV/AIDS secara akumulatif mencapai 4.498 orang. “Relatif banyaknya jumlah penderita HIV/AIDS ini menjadi perhatian serius terhadap penyebarannya,” katanya.
Makruf Manan selanjutnya menyatakan gelaran MRAN 2026 untuk mengenang perjuangan orang yang meninggal dunia akibat AIDS. Selain juga memberikan dukungan pada orang yang hidup dengan HIV/AIDS serta membangkitkan kesadaran akan bahaya HIV dan menggugah semua orang untuk terlibat aktif dalam upaya melawan HIV/AIDS.
“Hadir dalam acara MRAN 2026 sebanyak 180 peserta. Dan 50 peserta di antaranya merupakan ODHA,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, mengatakan saat ini sarana dan prasarana kesehatan dalam menanggulangi penyakit HIV/AIDS di Tulungagung cukup memadai. Sudah ada 13 rumah sakit, 32 puskesmas dan empat klinik dalam layanan penyakit HIV/AIDS.
“Untuk tes HIV bisa langsung ke puskesmas. Teman-teman ODHA juga bisa akses obat ARV di 32 puskesmas, empat klinik selain juga di 13 rumah sakit,” pungkasnya. [wed.hel]


