31.7 C
Sidoarjo
Saturday, June 6, 2026
spot_img

KSPSI AGN Kirim Delegasi ke ILC 114 Jenewa, Kawal Konvensi Pekerja Platform dan Perkuat Perlindungan Pekerja

Surabaya, Bhirawa Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN mengirim dua delegasi ke Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 yang digelar 1–12 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Delegasi tersebut dipimpin oleh KSPSI ATUC dan terdiri dari William Yani Wea, perwakilan KSPSI AGN sekaligus Ketua Umum SP IMPPI, serta Tonny Pangaribuan, Bendahara KSPSI ATUC sekaligus Ketua Umum SP PMIT.

Hingga hari kelima sidang, seluruh komite teknis telah memasuki tahap pembahasan substansi berdasarkan laporan resmi ILO. KSPSI AGN fokus pada perlindungan pekerja melalui pengawasan penerapan standar ILO, termasuk isu konvensi pekerja platform dan tanggapan terhadap krisis regional yang memengaruhi tenaga kerja.

“Komite Aplikasi Standar hari ini mendalami Laporan Komite Ahli 2026 dan Survey Umum Employment and decent work for peace and resilience,” kata Willy dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Willy menyoroti dampak krisis Timur Tengah terhadap tenaga kerja, terutama pekerja migran di Teluk, pelaut di Selat Hormuz, dan buruh pertanian di Lebanon Selatan. Ia juga mengutip proyeksi ILO yang menunjukkan bahwa guncangan harga minyak berkepanjangan berpotensi menghapus 14 juta jam kerja purnawaktu tahun ini.

“Tugas KSPSI AGN di komite ini memastikan negara anggota tetap akuntabel, standar ILO tidak diturunkan, dan pekerja di sektor krisis tetap dapat perlindungan dasar. KSPSI AGN mendorong pemerintah Indonesia aktif menyampaikan praktik baik perlindungan pekerja migran Indonesia di forum ini,” terang Willy.

Berita Terkait :  MK Gelar Purnabakti dan Penyambutan hakim Konstitusi Baru Sore Ini

Di forum panel, William Yani Wea menyampaikan pendapat mengenai kondisi di Myanmar, termasuk perlakuan terhadap pengurus serikat pekerja dan komunitas Rohingya. Ia menegaskan prinsip KSPSI AGN terkait peran Komite Aplikasi Standar.

“Komite Aplikasi Standar bukan untuk menghukum negara, tapi untuk memastikan janji negara saat meratifikasi konvensi ILO dipenuhi. Indonesia punya kepentingan besar agar standar ILO ditegakkan konsisten di kawasan ASEAN dan global, karena ini melindungi pekerja migran Indonesia di luar negeri” tegas pungkas Bung Willy.

Sebelumnya, William Yani Wea dan Tonny Pangaribuan juga ikut serta dalam unjuk rasa gabungan serikat pekerja internasional yang menuntut pembebasan pimpinan serikat pekerja Belarus dan memprotes kondisi politik yang semakin memburuk bagi serikat pekerja di Myanmar. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!