Pancasila sering kali hanya dihafal di luar kepala atau sekadar menjadi pajangan dinding ruang kelas. Padahal, Pancasila bukanlah sekadar dokumen sejarah yang kaku, melainkan ideologi hidup yang semestinya bernyawa dan mewarnai setiap aspek kehidupan berbangsa kita.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi saat ini, tantangan moral dan sosial yang kita hadapi semakin kompleks. Berbagai fenomena, mulai dari lunturnya kesopanan di media sosial hingga menipisnya semangat gotong royong, menjadi alarm nyata bagi kita. Sudah saatnya kita tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai slogan retorika, tetapi harus mulai menghidupkan kembali nilai-nilai luhurnya dalam tindakan nyata sehari-hari.
Menghidupkan Pancasila tidak harus dimulai dari hal-hal besar yang berada di luar jangkauan kita. Kita bisa memulainya dari lingkungan yang paling kecil, yakni diri sendiri dan keluarga. Mari kita telaah kembali setiap silanya.
Pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, kita diajarkan untuk saling menghormati antarumat beragama. Di tengah masyarakat kita yang plural, toleransi adalah kunci utama kedamaian..Selanjutnya, sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan kita untuk selalu memanusiakan manusia. Sikap empati, saling tolong-menolong, serta berani membela kebenaran dan keadilan adalah esensi dari sila ini..Sila ketiga, Persatuan Indonesia, adalah benteng pertahanan kita dari perpecahan.
Di era digital ini, sangat mudah bagi kita untuk terprovokasi oleh hoaks dan ujaran kebencian.Pada sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, nilai musyawarah harus kembali dikedepankan. Baik dalam lingkup keluarga, rukun tetangga, hingga ranah politik, setiap masalah sejatinya dapat diselesaikan dengan kepala dingin melalui diskusi dan mufakat, bukan dengan ego dan kekerasan.Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini menuntut kita untuk memiliki kepedulian terhadap sesama. Menghilangkan kesenjangan,
Muhammad Sobirin
Warga kutisari, Surabaya


