29 C
Sidoarjo
Friday, May 29, 2026
spot_img

Pengamat Sebut Sinyal Damai AS-Iran Berdampak Turunnya Harga Minyak

Jember, Bhirawa

Pengamat ekonomi Universitas Jember (Unej) Adhitya Wardhono, PhD mengatakan bahwa sinyal damai AS-Iran akan berdampak pada turunnya harga minyak dan berdampak pada ekonomi global.

“Sinyal damai AS dan Iran salah satunya mendorong penurunan harga minyak, namun harga minyak yang turun perlu dibaca secara hati-hati,” kata Adhitya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis.

Penurunan harga minyak bukan semata-mata karena fundamental pasokan sudah pulih, tetapi karena pasar sedang memasukkan probabilitas perdamaian ke dalam harga.

“Jika sinyal damai menguat, premi risiko perang turun. Itulah mengapa harga minyak bisa ambruk dalam satu hari. Namun, bagi Indonesia, minyak di sekitar USD 90-100 per barel tetap tinggi,” tuturnya.

Secara teoritis, penurunan harga minyak menguntungkan Indonesia karena Indonesia adalah net importer minyak dan BBM. Harga minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan pada impor energi, subsidi, kompensasi energi, dan inflasi biaya transportasi.

“Namun, manfaat itu bisa berkurang jika rupiah melemah tajam. Dalam ekonomi terbuka, yang penting bukan hanya harga minyak dalam dolar AS, tetapi harga minyak dalam rupiah,” ucap dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unej itu.

Ia menjelaskan Sinyal damai AS – Iran juga mendorong perubahan posisi dollar karena dollar AS melemah terhadap sejumlah mata uang, sehingga pelemahan dolar adalah kabar baik bagi Indonesia, tetapi bukan obat tunggal bagi rupiah.

Berita Terkait :  KPU Tetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nganjuk 2024 - 2029

“Rupiah baru bisa menguat lebih solid kalau tiga hal terjadi bersamaan yaitu harga minyak turun berkelanjutan, dolar global melemah, dan kepercayaan investor terhadap kebijakan domestik membaik,” katanya.

Adhitya mengatakan dolar bisa melemah karena geopolitik mereda, tetapi rupiah tetap membutuhkan dukungan fundamental yaitu inflasi terkendali, defisit fiskal kredibel, dan pasokan valas memadai.

Ia mengatakan dampak langsung sinyal damai AS-Iran adalah harga minyak, namun penurunan harga minyak itu belum tentu permanen karena perlu dicatat bahwa perang Timur Tengah telah menyebabkan gangguan besar pada pasokan minyak, termasuk pembatasan arus melalui Selat Hormuz, penurunan pasokan global, dan penurunan stok minyak dunia.

“Harga minyak bergerak sangat liar karena pasar merespons sinyal yang berubah-ubah mengenai apakah AS dan Iran akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz,” ujarnya.

Sinyal damai juga dapat mengurangi tekanan bank sentral global untuk menaikkan atau mempertahankan suku bunga tinggi dan sinyal damai menjadi sangat penting bagi perdagangan global karena kawasan Timur Tengah adalah jalur penting energi dan logistik.

“Intinya, sinyal damai AS-Iran adalah kabar baik bagi ekonomi dunia karena menurunkan premi risiko geopolitik. Dampaknya terlihat pada minyak yang turun, dolar yang melemah, dan pasar yang lebih optimistis. Tetapi ini belum berarti ekonomi dunia kembali normal,” katanya. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!