27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, June 24, 2026
spot_img

Solidaritas Jurnalis Surabaya Desak Pembebasan WNI Ditahan Militer Israel

Komunitas pers bersama sejumlah elemen masyarakat sipil di Surabaya menggelar aksi solidaritas di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/05/2026).

Surabaya, Bhirawa
Komunitas pers bersama sejumlah elemen masyarakat sipil di Surabaya menggelar aksi solidaritas untuk mendesak pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza di Taman Apsari, depan Gedung Negara Grahadi.

Aksi tersebut diikuti oleh Aksi Kamisan Surabaya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, serta Forum Zakat Jawa Timur. Mereka menyuarakan kecaman atas penahanan empat jurnalis Indonesia dan lima relawan kemanusiaan yang berada di atas kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Kamis (21/5/2026)

Ketua PFI Surabaya, Suryanto, menegaskan bahwa tindakan militer Israel terhadap awak media di perairan internasional merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Menurutnya, jurnalis memiliki perlindungan khusus dalam menjalankan tugas peliputan, termasuk di wilayah konflik.

“Jurnalis bukan pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata. Konvensi Jenewa telah menjamin perlindungan terhadap pekerja media di wilayah konflik. Kami mengecam tindakan ini dan meminta negara hadir melindungi warganya di luar negeri,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris, meminta pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat upaya diplomasi internasional guna memastikan keselamatan para WNI yang ditahan.

Berita Terkait :  Khofifah Salurkan Bansos, PMD dan Zakat Produktif Rp16,118 M di Kabupaten Probolinggo

Ia menilai pemerintah perlu memanfaatkan jalur komunikasi dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk mempercepat proses perlindungan dan pembebasan para korban.

“Pemerintah perlu bergerak cepat dengan melibatkan negara sahabat seperti Turki, Mesir, dan Yordania sebagai mediator. Perwakilan Indonesia di kawasan Timur Tengah dan Eropa juga harus membuka akses perlindungan hukum darurat bagi para korban,” ujarnya.

Selain melakukan aksi solidaritas, AJI Surabaya juga telah mengirim nota darurat kepada organisasi jurnalis internasional, termasuk International Federation of Journalists (IFJ), guna memperluas dukungan internasional terhadap para jurnalis yang ditahan.

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Command Center GSF, kapal Boralize dan Ozgurluk yang mengangkut bantuan kemanusiaan menuju Gaza sempat kehilangan kontak. Belakangan diketahui kedua kapal tersebut telah dikuasai militer Israel di sekitar wilayah Siprus.

Dalam insiden tersebut, sembilan WNI dilaporkan ditahan, terdiri atas empat jurnalis nasional dan lima relawan kemanusiaan dari berbagai lembaga filantropi. Empat jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo yang merupakan kontributor iNewsTV dan CNN Indonesia.

Sementara lima relawan kemanusiaan berasal dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, dan SMART 171 yang membawa bantuan logistik berupa obat-obatan serta bahan pangan untuk masyarakat Gaza.

Melalui aksi tersebut, komunitas pers dan masyarakat sipil di Surabaya berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah diplomatik yang lebih intensif agar seluruh WNI yang ditahan segera dibebaskan dan dapat kembali menjalankan tugas kemanusiaannya. [ren.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!