Kab Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus mendorong pengembangan varietas padi lokal unggulan bernama Padi Sukma (Sukabumi Pemurnian Malai), agar dapat digunakan secara luas oleh petani.
Dan saat ini, proses pelepasan varietas hasil inovasi lokal tersebut tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna M Saniputera, Kamis (21/5), kepada wartawan mengungkapkan, bahwa seluruh tahapan pelepasan varietas Padi Sukma sebenarnya telah selesai dan dinyatakan lolos rekomendasi. Namun, Pemkab Malang belum bisa mengedarkannya secara masif sebelum mengantongi legalitas formal.
“Varietas Padi Sukma sedang menunggu SK pelepasan dari Pak Menteri. Karena untuk melepaskan varietas padi baru, harus sudah ada rekomendasinya, sudah lulus, dan sudah selesai,” ujarnya.
Dijelaskan, SK pelepasan dari Kementan merupakan syarat mutlak sebelum pemerintah daerah dapat mengurus izin edar resmi ke petani. Sementara, saat ini berkasnya masih di Kementan untuk menunggu SK pelepasan. Karena jika SK pelepasan sudah turun, baru bisa kita urus izin edarnya.
Selanjutnya bisa disebarkan ke seluruh petani secara massif. Padi Sukma diproyeksikan menjadi komoditas unggulan baru, karena memiliki potensi produktivitas yang jauh lebih tinggi dibanding varietas padi pada umumnya. Dan berdasarkan hasil uji pengembangan, varietas ini mampu menghasilkan produksi hingga 15 ton per hektar.
Menariknya, lanjut Avicenna, varietas tersebut lahir murni dari kreativitas dan inovasi petani lokal asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sehingga Pemkab Malang menilai capaian ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian sektor pertanian daerah.
“Jika SK resmi telah diterbitkan, Pemkab Malang berencana memperluas area tanam Padi Sukma secara bertahap. Dengan kehadiran varietas unggulan lokal ini diharapkan tidak hanya mendongkrak hasil panen regional, tetapi juga langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan para petani setempat,” tuturnya.
Sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Timur, kata dia, maka Kabupaten Malang konsisten menyumbang produksi padi dalam jumlah besar setiap tahunnya. Oleh karena itu, kesuksesan pengembangan Padi Sukma dinilai sangat krusial dalam mendukung stabilitas dan peningkatan produksi pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain itu, Kabupaten Malang juga sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. Sedangkan dalam setiap inovasi pertanian memiliki efek domino yang besar bagi ketahanan pangan nasional.Pengembangan varietas Padi Sukma di Kabupaten Malang menjadi krusial karena beberapa alasan strategis.
Avicenna juga menyebutkan, bahwa varietas Padi Sukma dikenal memiliki potensi hasil panen yang tinggi. Jika diterapkan secara luas di lahan pertanian yang subur, dan ada peningkatan sekecil apa pun pada hasil per hektar akan berujung pada lonjakan tonase produksi total daerah secara signifikan.
Sedangkan Padi Sukma memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit. Karena Padi Sukma dirancang untuk lebih tangguh terhadap tantangan biotik, seperti wereng atau blas dan abiotik (perubahan cuaca ekstrem.
“Keunggulan ini meminimalkan risiko gagal panen, sehingga grafik produksi pangan tetap stabil meski kondisi alam sedang tidak menentu,” tandasnya. [cyn.kt]


