28.8 C
Sidoarjo
Monday, May 18, 2026
spot_img

Cuaca Ekstrem di Tanah Suci, Empat Jamaah Asal Pasuruan Meninggal Dunia

Kab Pasuruan, Bhirawa
Kabar duka menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dari kloter asal Kabupaten Pasuruan. Hingga pertengahan Mei, tercatat empat jemaah haji asal Kabupaten Pasuruan dilaporkan meninggal dunia. Kondisi kesehatan yang menurun serta cuaca ekstrem di Tanah Suci yang mencapai 44 derajat Celsius disinyalir menjadi tantangan berat bagi para jamaah tahun ini.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Pasuruan, Ahmad Marzuki membenarkan kabar duka ini. Berdasarkan data yang dihimpun, keempat jemaah tersebut mengembuskan napas terakhir di lokasi dan waktu yang berbeda.

Mulai dari Madinah, Mekkah, hingga ada yang sempat mendapat perawatan intensif di tanah air sebelum jadwal keberangkatan.

”Hingga kini sudah ada empat jamaah haji kami yang meninggal dunia. Seluruh proses pengurusan jenazah dan pendampingan terhadap jasad almarhum dan almarhumah di sana sudah kami lakukan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ahmad Marzuki saat dihubungi langsung dari Mekkah, Senin (18/5).

Pihak Kemenhaj merinci, jamaah pertama yang wafat adalah Kamariah, jamaah yang tergabung dalam Kloter 8. Dilaporkan meninggal dunia saat berada di Madinah pada 26 April 2026 lalu. Disusul kemudian Abdul Wahid dari Kloter 7 yang wafat di Mekkah pada 7 Mei 2026. Berselang enam hari, duka kembali datang setelah Jumaiyah, jamaah asal Kloter 6, dinyatakan meninggal dunia di Mekkah pada 13 Mei 2026.

Berita Terkait :  Satgas Pangan Kabupaten Malang Temukan Puluhan Beras Premium Terindikasi Dioplos

Sementara itu, satu jemaah lainnya atas nama Abdul Kohar (Kloter 6) memiliki cerita yang sedikit berbeda. Abdul Kohar sedianya berangkat bersama rombongan, namun kondisinya drop saat berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Ia sempat dilarikan ke RS Haji Sukolilo untuk mendapatkan penanganan medis.

Karena kondisinya tak kunjung membaik untuk terbang, Abdul Kohar akhirnya dipulangkan ke Pasuruan untuk menjalani rawat jalan. Namun takdir berkata lain.

”Kondisinya terus menurun hingga akhirnya beliau meninggal dunia di rumah sakit di Pasuruan,” papar Ahmad Marzuki yang juga menjabat sebagai Ketua Kloter 10 ini.

Meninggalnya sejumlah jamaah ini menjadi alarm keras bagi rombongan lain yang saat ini sedang berada di Arab Saudi. Marzuki menjelaskan, saat ini jemaah haji dihadapkan pada tantangan alam yang sangat berat.

Yakni, suhu udara di Mekkah pada siang hari dilaporkan sangat menyengat, berkisar di angka 44°C. Ironisnya, saat malam hari pun suhu udara masih relatif panas, yaitu berada di kisaran 30°C.

Perubahan suhu yang kontras dan ekstrem ini rawan memicu dehidrasi berat hingga heatstroke. Terutama bagi jamaah Lansia atau yang memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid). Sehingga Marzuki mengimbau dengan sangat agar seluruh jamaah, khususnya dari wilayah Pasuruan Raya, untuk memperketat kedisiplinan dalam menjaga kondisi fisik. Istirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik di luar ibadah wajib menjadi kunci.

Berita Terkait :  Bulog Bojonegoro Salurkan Bapang 1.240 Ton Beras

”Dan kami berharap seluruh jemaah benar-benar menjaga diri dan kesehatan. Tolong jangan lepas Alat Pelindung Diri (APD) seperti payung, topi, sunglasses, serta sesering mungkin minum air. Lalu, pastikan kartu Nusuk selalu dibawa ke mana pun pergi,” tutur Ahmad Marzuki.

Di sisi lain, kabar baik datang dari perkembangan jemaah asal Kota Pasuruan yang tergabung dalam kloter gabungan (Kloter 10 bersama Kota dan Kabupaten Malang). Hingga saat ini, kondisi kesehatan mereka dilaporkan relatif stabil dan adaptif dengan cuaca setempat.

Sebanyak 379 jemaah asal Kota Pasuruan dinyatakan dalam kondisi sehat walafiat. Mereka kini telah berada di Tanah Suci dan terus melanjutkan seluruh rangkaian ibadah dengan pengawasan ketat dari tim medis kloter.

Pihak Kemenhaj memastikan akan terus memantau dan memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jemaah diberikan kekuatan fisik dan kesabaran yang lapang hingga puncak fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) nanti.

”Kami melepas doa terbaik. Bagi jemaah yang telah wafat, semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dan bagi yang sedang berjuang, semoga diberi kesehatan hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ucap Ahmad Marzuki. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!