29.5 C
Sidoarjo
Monday, May 18, 2026
spot_img

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Pasuruan Pacu Kompetensi 64 Pencari Kerja

Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Pemkab Pasuruan kembali menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) gelombang kedua sebagai langkah strategis menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah tersebut.

Melalui program ini, para pencari kerja lokal dibekali keterampilan teknis spesifik agar mampu memenuhi kebutuhan pasar industri yang kian kompetitif.

Pelatihan resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko di Aula Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja Daerah (UPT LKD) Kabupaten Pasuruan, Senin (18/5).

Pembukaan program ditandai secara simbolis lewat penyematan tanda kepesertaan kepada dua orang perwakilan peserta. Dalam sambutannya, Yudha meminta seluruh peserta memanfaatkan momentum ini dengan serius dari awal hingga akhir.

Menurutnya, sertifikat kompetensi yang diraih nantinya akan menjadi dokumen autentik sekaligus modal kuat untuk melamar pekerjaan sesuai klasifikasi keahlian masing-masing.

“Gunakan waktu pelatihan dengan sungguh-sungguh. Kami berharap para peserta menjadi calon tenaga kerja yang tidak hanya ahli, tapi juga memiliki karakter dan integritas yang tinggi,” tandas Yudha Triwidya Sasongko.

Langkah taktis Pemkab Pasuruan ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya keselarasan (link and match) antara lembaga pelatihan kerja dan kebutuhan riil sektor industri.

“Kami terus berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi angkatan kerja lokal agar memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan,” imbuh Yudha Triwidya Sasongko.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin menambahkan, pelatihan gelombang kedua ini dirancang berjalan selama satu bulan penuh, mulai 18 Mei hingga 26 Juni 2026.

Berita Terkait :  Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Sosialisasi Gresik Kerja hingga Desa

Untuk tahun anggaran ini, terdapat delapan paket pelatihan yang telah disesuaikan dengan potensi industri dan serapan pasar kerja di Kabupaten Pasuruan.

Adapun macam paket pelatihan komoditas industri Pasuruan, meliputi Operator Forklift, Teknik Pengelasan (Welding), Operator CNC (Computer Numerical Control), Teknik Kelistrikan, Tata Rias dan Pembuatan Roti dan Kue (Bakery).

“Total ada 64 peserta yang terlibat. Mereka adalah masyarakat yang belum pernah mengikuti pelatihan sebelumnya dan telah dinyatakan lolos tahap seleksi asesmen yang ketat beberapa waktu lalu. Selama sebulan penuh, mereka akan ditempa untuk menguasai keterampilan dasar (basic skill),” kata Rakhmat Syarifudin.

Untuk memastikan efektivitas belajar selama tiga puluh hari ke depan, seluruh peserta dibekali fasilitas penunjang yang memadai secara gratis.

Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran untuk uang transportasi, jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, pakaian seragam, tas, sepatu kerja, hingga pembiayaan uji kompetensi di akhir program.

Rakhmat menambahkan, kehadiran instruktur profesional selama masa pelatihan ditargetkan dapat mentransfer ilmu pengetahuan secara optimal, baik secara teoretis maupun praktis.

“Tujuan utamanya semata-mata untuk meningkatkan kualitas pencari kerja asal Kabupaten Pasuruan agar berdaya saing tinggi. Kami ingin memastikan mereka keluar dari sini dengan keterampilan yang matang dan siap pakai,” jelas Rakhmat Syarifudin. [hil.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!