Kota Mojokerto, Bhirawa
Sebanyak 57 biksu yang menjalani perjalanan suci Thudong, berasal dari Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia, singgah di Kota Mojokerto. Mereka melanjutkan perjalanan kaki menuju Candi Borobudur, Magelang.
Mereka akan ikut serta dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2026 yang akan berlangsung pada 28 Mei mendatang. Kedatangan rombongan ini menjadi bukti nyata semangat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman bangsa.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah menyambut kedatangan rombongan dengan hangat sebelum mereka melanjutkan perjalanan.
Tak hanya pejabat, warga sekitar pun tampak antusias menyambut para biksu yang tengah menempuh perjalanan spiritual ini.
Menurut Wali Kota, disinggahinya Kota Mojokerto dalam perjalanan suci ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi seluruh warga. Ia menilai, langkah para biksu ini mencerminkan semangat kebinekaan yang selalu terjaga di Indonesia.
“Ini menjadi wujud nyata bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan saling menghargai. Kehadiran mereka di sini juga memperkuat predikat Kota Mojokerto yang telah menerima berbagai penghargaan, seperti Kota Harmoni dan Kota Toleran, sebagai bentuk pengakuan atas upaya kami menjaga kerukunan antarwarga,” ujarnya.
“Kami sangat bahagia dan bangga bisa menyambut para biksu Thudong yang singgah dan bermalam di Kota Mojokerto. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat kami menyambut segala bentuk keberagaman dengan hati yang tulus dan suka cita,” tambahnya yang akrab disapa Ning Ita itu.
Di kesempatan tersebut, Ning Ita juga turut mendoakan agar seluruh rombongan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menempuh perjalanan hingga tiba di tempat tujuan.
Sementara itu, Koordinator Walk for Peace 2026 wilayah Jawa Timur, Irwan, menjelaskan bahwa rombongan ini terdiri dari 43 biksu dari Thailand, 4 dari Malaysia, 3 dari Laos, dan 7 biksu dari Indonesia, sehingga berjumlah keseluruhan 57 orang.
Ia menambahkan, perjalanan mereka melintasi wilayah Jawa Timur akan melewati 10 kabupaten dan kota, serta ditempuh dalam waktu sekitar 11 hari sebelum akhirnya tiba di Candi Borobudur. Rombongan dijadwalkan sampai di lokasi pada 28 Mei, untuk mengikuti seluruh rangkaian acara Waisak, dengan puncak perayaan berlangsung pada 31 Mei 2026.
Irwan juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat di setiap wilayah yang mereka lewati.
“Keramahan dan bantuan yang kami terima sepanjang perjalanan ini benar-benar menjadi potret indah keharmonisan yang ada di Indonesia. Semoga perjalanan suci ini juga bisa menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa toleransi dan persaudaraan senantiasa tumbuh subur di tengah keberagaman yang kita miliki,” tutupnya. [min.kt]


