Kab Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam menjelang Hari Raya Kurban 1447 Hijriyah, telah memperketat pengawasan terhadap penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan kurban sapi dan kambing. Sebagai langkah antisipasi, maka Pemerintah Pusat mengalokasikan 32.000 dosis vaksin PMK khusus untuk wilayah Kabupaten Malang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Lusia Endah Sukesi, Minggu (3/5), kepada wartawan menjelaskan, bahwa penyaluran vaksin dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama telah dilaksanakan pada bulan Februari 2026 lalu, sebanyak 16.000 dosis dan dilaporkan telah habis terserap. Sementara itu, tahap kedua sebanyak 16.000 dosis dimulai pada awal bulan April dan saat ini masih terus berjalan.
“Saat ini, jika ditotal sudah ada 26.000 dosis yang kami berikan kepada ternak di seluruh Kabupaten Malang.
Meskipun menyasar seluruh wilayah, DPKH memberikan atensi khusus pada lima kecamatan dengan populasi ternak tertinggi dan mobilisasi yang padat, yakni Wajak, Donomulyo, Kalipare, Karangploso, dan Kasembon,” jelasnya.
Dia menegaskan, bahwa sapi potong maupun sapi perah menjadi prioritas utama vaksinasi. Sedangkan lokasi dengan populasi tinggi dinilai lebih rawan terinfeksi, karena tingginya pergerakan hewan ternak menjelang Iduladha yang dirayakan pada 27 Mei 2026 mendatang. PMK sangat mudah menular melalui cairan vesikel, air liur, susu, hingga kotoran hewan yang terinfeksi. Penularan bisa terjadi dalam satu kandang bahkan lintas area. Dan penyakit ini menyerang hewan berkuku belah dengan gejala klinis yang cukup spesifik, diantaranya demam tinggi mencapai suhu 40–41 derajat Celcius (°C), luka melepuh pada bagian lidah, bibir, mulut, gusi, hingga hidung.
“Selain mengandalkan vaksinasi dari pemerintah, dia juga mengimbau pada para peternak untuk proaktif menjaga kebersihan kandang dan memberikan racikan obat tradisional guna meningkatkan daya tahan tubuh ternak secara alami,” ujar Suksesi.
Ditempat terpisah, salah satu pedagang sapi asal Desa Pajaran, Kec Poncokusumo, Kab Malang Sumarto membenarkan, hewan ternak sapinya sudah dilakukan vaksinasi guna untuk mencegah tertularnya PMK. Selain dilakukan vaksinasi, dirinya juga memberikan racikan obat tradisional untuk menambah daya tahan tubuh pada sapi. Sehingga hewan kurban sapi yang saya jual agar dalam kondisi sehat, dan siap dikonsumsi saat dagingnya dibagikan pada yang berhak menerimanya.
Sebelum terjadinya PMK pada beberapa tahun lalu, dirinya bisa menjual hewan sapi sebanyak 34 ekor. Namun dengan adanya PMK saat itu yang menyerang ternak sapi di Kabupaten Malang, tentunya penjualan sapi turun drastis.
Namun, dia katakan, pada Hari Raya Kurban tahun 2026 ini, diharapkan bisa menjual hewan sapinya bisa lebih seperti tahun kemarin, meski kini harga per ekor sapi ada kenaikan. Contohnya, di tahun kemarin harga sapi harganya Rp24 juta kini harganya menjadi Rp25 juta, ada kenaikan per ekor Rp1 juta, tapi harga sapi itu dilihat dari besarnya atau kondisi badannya gemuk atau tidak.
“Jumlah pembeli sapi untuk hewan kurban hingga kini masih belum terlihat ramai, kemungkinan Hari Raya Kurban masih lama. Dan biasanya, mendekati pelaksanaan Iduladha ramai pembeli. Seperti tahun sebelumnya, dirinya bisa menjual 50 ekor sapi sebagai hewan kurban,” terangnya. [cyn.kt]



Cara buka blokir BWS mobile banking salah pin 3 kali Terblokir
menghubungi Call BWS Via whatsapp +62831-9392-6887 atau call center di 082183636732 siapkan data diri (e-KTP, buku tabungan, kartu ATM), atau gunakan opsi “Lupa Username/Password” di halaman login aplikasi, dan jika perlu, kunjungi kantor cabang terdekat.
Cara buka blokir BWS mobile salah password Anda bisa menghubungi layanan call center bank Woori saudara Via WhatsApp +6285398884461, atau WhatsApp resmi BWS di 1500-746 atau 083193926887, Anda juga bisa datang langsung ke kantor cabang terdekat atau coba opsi reset password di aplikasi (BWS) Mobile melalui halaman login.