30 C
Sidoarjo
Tuesday, April 21, 2026
spot_img

Demo di DPRD Sampang, Mahasiswa Minta Semua Tambang Galian C Dievaluasi

Sampang, Bhirawa

Puluhan mahasiswa dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD dan Pemkab Sampang, Selasa (21/4/2026). Mereka mendesak pemerintah segera mengevaluasi dan meninjau ulang seluruh izin pertambangan galian C di wilayah tersebut.

Aksi yang berlangsung aman ini dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Sampang. Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Koorlap) yang juga Ketua II PC PMII Sampang, Dahlan, menegaskan bahwa aktivitas tambang galian C yang tidak terkendali menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan dan bencana banjir yang hampir setiap tahun melanda daerah tersebut.

“Kerusakan alam akibat tambang ini sangat nyata. Setiap tahun Sampang selalu dilanda banjir, dan ini ada kaitannya dengan aktivitas galian C yang tidak ramah lingkungan,” tegas Dahlan.

Mahasiswa mengajukan beberapa poin tuntutan utama, antara lain, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin tambang galian C, menghentikan sementara aktivitas yang dinilai merusak, Pemerintah dan DPRD segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi-lokasi tambang.

Dahlan menyoroti sejumlah masalah krusial, seperti lemahnya pelaksanaan reklamasi, kerusakan wilayah pesisir, pengelolaan sampah yang buruk, hingga tidak terpenuhinya kewajiban penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai regulasi.

Salah satu temuan yang diungkap adalah adanya ketidaksesuaian antara izin di atas kertas dengan realitas di lapangan.

“Bahkan kami dapat informasi, ada pengusaha yang izin lokasinya hanya 2 hektare, tapi aktivitas penambangannya mencapai 20 hektare. Kalau yang punya izin saja melanggar, apalagi yang tidak punya izin?” tegasnya.

Berita Terkait :  Polisi Hadiri Rapat DPR Sebut Kasus Andrie Yunus Dilimpahkan ke TNI

Kondisi ini, menurut mahasiswa, menjadi akar masalah mengapa banjir sering terjadi di wilayah yang sebelumnya tidak rawan, seperti di Kecamatan Jrengik dan Banyuates. Oleh karena itu, evaluasi total dinilai sangat mendesak untuk dilakukan demi keselamatan dan kelestarian alam Kabupaten Sampang. [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!