28 C
Sidoarjo
Sunday, April 19, 2026
spot_img

Pencemaran Oli di Sungai DAM Amsterdam Kota Probolinggo Ditangani Maraton

Kota Probolinggo, Bhirawa
Tumpahan oli bekas yang mencemari saluran air Sungai DAM Amsterdam di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, akhirnya ditangani setelah sebelumnya terjadi sejak 11 April 2026.

Petugas dari kamtibnas hingga lurah bersama pihak perusahaan melakukan pembersihan tumpahan oli di saluran air Sungai DAM Amsterdam, Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Perwakilan perusahaan, Darwin, mengakui kebocoran terjadi dari aktivitas internal pabrik. Menurutnya, kejadian tersebut pertama kali diketahui saat terlihat adanya ceceran oli.

”Pas kelihatan ada ceceran, langsung kami tangani,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (19/4).

Darwin menegaskan, penanganan dilakukan cepat dengan mengerahkan sumber daya internal. Pada hari pertama, perusahaan menurunkan empat truk untuk membantu proses pembersihan.

”Truknya kemarin pas kejadian ada empat, dari internal kami sendiri,” jelasnya.

Proses penanganan dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan sistem tiga shift. Sejumlah langkah teknis ditempuh, mulai dari penyedotan oli hingga pembuatan pembatas aliran.

”Kami kerja terus, tidak berhenti. Karyawan yang gantian, tapi pekerjaan tetap jalan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari menjelaskan, pihaknya turut melakukan penanganan di lapangan, termasuk upaya pembersihan dan pencegahan penyebaran limbah.

”Dilakukan pembersihan, minyak diserap, kemudian disemprot dispersan sambil diambil. Kami juga memasang trash boom untuk mencegah agar tidak menyebar,” ujarnya, Minggu (19/4).

Berita Terkait :  Puncak Event KAI Mini Fair, KAI Daop VII Madiun Gelar Khitan Massal

DLH juga melakukan verifikasi lapangan setelah menerima laporan warga. Dari hasil penelusuran, sumber pencemaran mengarah pada aktivitas pemindahan oli dari truk tangki ke tangki penyimpanan di area pabrik.

Selain penanganan teknis, pengawasan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan hingga unsur keamanan setempat. Pemantauan dilakukan untuk memastikan sisa pencemaran tidak meluas. Perusahaan juga menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, termasuk rencana pemulihan lingkungan dan kompensasi bagi warga terdampak.

Meski secara visual kondisi saluran air mulai membaik, DLH menegaskan pengawasan tetap dilakukan hingga proses pemulihan benar-benar tuntas. [Irf.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!