26 C
Sidoarjo
Tuesday, April 7, 2026
spot_img

6.200 Kasus TBC di Kabupaten Sidoarjo tercatat di Tahun 2026

Sidoarjo, Bhirawa
Merujuk pada Laporan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2026, jumlah kasus TBC di Kabupaten Sidoarjo tercatat ada sebanyak 6.200 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai 5.813 kasus.

Dari total jumlah kasus TBC di tahun 2026 di Kabupaten Sidoarjo, ada sebanyak 5.641 pasien, telah memulai pengobatan. Persentase keberhasilan yang ditargetkan belum sepenuhnya tercapai. Sampai saat ini masih berada di angka 86 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, menegaskan Kabupaten Sidoarjo masih menghadapi tantangan yang cukup besar dalam penanganan kasus TBC.

Dalam memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia tahun 2026 ini, menurut dr Lhaksmie, menjadi upaya Dinkes Sidoarjo untuk bersinergi bersama masyarakat dalam menekan penularan penyakit TBC di Kabupaten Sidoarjo.

Acara yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo di aula Delta Graha Setda Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa pagi (7/4) kemarin, mengambil tema “Satu TB atau Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis”.

Turut hadir pula dalam acara ini diantaranya 31 Kepala Puskesmas di Sidoarjo beserta para tenaga kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan, sejumlah klinik kesehatan dan komunitas Yabhysa atau yayasan Bhanu Yasa Sejahtera penanggulangan TBC.

Melalui momentum peringatan Hari TBC sedunia, Dinkes Sidoarjo, menurut dr Lhaksmie, akan terus mengupayakan percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Sidoarjo, dengan menekankan kolaborasi bersama, antara sektor kesehatan dengan stakeholder terkait.

Berita Terkait :  Babinsa Koramil Dander Bojonegoro, Sosialisasi Anti Perundungan Dikalangan Pelajar

“Ini untuk mewujudkan Indonesia bebas TBC pada tahun 2030 nanti,” ujarnya.

Dalam laporannya, dr Lhaksmie mengatakan pada saat ini kasus TBC masih menjadi perhatian serius di dunia. Khususnya di kawasan Asia yang terdapat sebanyak 1.090.000 kasus dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa.

“Di tingkat Nasional, Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia,” katanya.

Dirinya menegaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo juga masih menghadapi tantangan yang cukup besar dalam penanganan kasus TBC. Khususnya pada inisiasi pengobatan pasien.

” Di daerah ini masih banyak pasien yang sudah terdiagnosis, tetapi belum mau melakukan pengobatan secara rutin,” sebut mantan Sekretaris Dinkes Sidoarjo itu.

Dirinya memotivasi para peserta peringatan Hari TB sedunia itu, sesuai dengan kesepakatan dari tim penanggulangan eliminasi TBC di Kabupaten Sidoarjo, maka di tahun 2028 nanti, diharapkan Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu Kabupaten yang mendapatkan predikat tereliminir dari kasus TBC.

Langkah-langkah yang ditempuh, diantaranya percepatan penemuan kasus, pengobatan sampai sembuh, menghentikan stigma dan diskriminasi, juga menghentikan penularan dengan pemberian TPT.

“Temukan, obati sampai sembuh atau TOSS,” ujarnya

Pada kesempatan itu Dinkes Sidoarjo , sempat memberikan apresiasi sebanyak sembilan nominasi kepada fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo atas capaian kerja sejauh ini dalam menanggulangi kasus TBC.

Harapannya, bisa memotivasi yang lain, agar semua sektor kesehatan yang ada di kabupaten Sidoarjo dapat bekerja lebih keras untuk mengeliminasi kasus TBC . (kus.mg6.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!