Bondowoso, Bhirawa
Pemkab Bondowoso melalui Dinas Pendidikan menggelar Pekan Pendidikan Berkah 2026 sebagai upaya mengembalikan esensi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, budaya, dan nilai keimanan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menguatkan kembali ruh pendidikan di tengah tantangan zaman. “Kita ingin pendidikan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, budaya, dan nilai-nilai keimanan,” ujarnya, Selasa (7/4).
Pekan Pendidikan Berkah 2026 diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Untuk tingkat SD, terdapat 13 cabang lomba, mulai dari murid teladan, cerdas cermat, hingga olimpiade Matematika, IPA, dan IPS. Selain itu, kegiatan kreatif seperti mendongeng, pildacil, membaca puisi, menyanyi solo, serta gambar ekspresi juga turut digelar.
Tak hanya itu, permainan tradisional seperti gobak sodor dan cabang olahraga seperti voli mini, atletik, bulutangkis, serta senam Anak Indonesia Hebat turut memeriahkan rangkaian kegiatan.
Sementara itu, di tingkat SMP, lomba dirancang lebih variatif, antara lain penulisan cerpen yang direncanakan akan dibukukan, lomba vlog, poster digital, komik, serta olimpiade Bahasa Inggris dan Matematika.
Kata dia, terdapat pula lomba ilustrasi kebangsaan yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. “Kita ingin anak-anak kembali hafal dan menghayati Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Taufan.
Kegiatan ini juga menonjolkan unsur budaya lokal. Salah satunya melalui penampilan tari remo khas Bondowoso yang akan dibawakan secara kolosal oleh 1.000 pelajar pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026. Penampilan tersebut menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus ekspresi identitas daerah.
Adapun pelaksanaan lomba tingkat SD berlangsung pada 7 hingga 16 April 2026 yang tersebar di sejumlah lokasi. Kawasan KDS menjadi pusat kegiatan senam, alun-alun digunakan untuk lomba voli, stadion untuk cabang atletik, serta Aula SKB untuk lomba cerdas cermat.
Di sisi lain, Taufan juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya KDS yang telah membantu penyediaan fasilitas di tengah keterbatasan anggaran. “Kami hanya memiliki anggaran untuk trofi dan uang pembinaan. Dukungan fasilitas dari KDS sangat berarti bagi terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berdaya saing, serta tetap berakar pada budaya dan nilai keimanan. [san.wwn]


