28 C
Sidoarjo
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Pasca Lebaran, Polres Pasuruan Jamin Stok Pangan Aman

Kabupaten Pasuruan, Bhirawa
Hiruk-pikuk aktivitas perdagangan di Pasar Utama Bangil, Kabupaten Pasuruan, mulai menunjukkan stabilitas baru pasca-hari raya Idul Fitri. Komoditas cabai, yang kerap menjadi motor utama inflasi di tingkat pasar tradisional, kini mulai menunjukkan tren penurunan harga seiring dengan pulihnya rantai distribusi dari daerah sentra produksi.

Berdasarkan pantauan lapangan yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pasuruan bersama instansi terkait pada Selasa (31/3), fluktuasi harga pangan di pasar tersebut mulai bergerak ke arah yang lebih terjangkau bagi konsumen.

Meski demikian, pengawasan ketat tetap dilakukan guna mengantisipasi adanya spekulasi pasar di tengah masa pemulihan distribusi. Penurunan paling signifikan terlihat pada komoditas cabai rawit merah. Jika sebelumnya harga sempat menyentuh angka Rp68.000 per kilogram, kini pedagang mulai melepasnya di kisaran Rp58.000 per kilogram.

Penurunan sebesar Rp10.000 itu disambut baik oleh para pelaku usaha mikro dan rumah tangga yang sempat mengeluhkan tingginya biaya dapur selama periode Lebaran. Tren serupa terjadi pada cabai rawit hijau yang terkoreksi dari Rp40.000 menjadi Rp32.500 per kilogram.

Namun, anomali kecil masih terjadi pada cabai merah besar yang justru merangkak naik tipis dari Rp27.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. “Pasca-Lebaran, pasokan cabai mulai stabil sehingga harga berangsur turun, terutama untuk jenis rawit merah dan hijau. Secara umum, komoditas lain masih relatif aman dan terkendali,” tandas Kanit II Pidek Satreskrim Polres Pasuruan, Inspektur Dua Eko Hadi Saputro, di sela-sela pemantauan stok.

Berita Terkait :  Bank Jatim Raih Penghargaan dari Pemprov di Peringatan Hari Disabilitas Internasional Jawa Timur

Selain cabai, beberapa bahan pokok lainnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Bawang merah terpantau stabil di angka Rp34.500 per kilogram.

Sementara itu, kacang hijau mengalami kenaikan tipis sebesar Rp1.000, dari semula Rp23.000 menjadi Rp24.000 per kilogram. Kembalinya harga ke level yang lebih rendah dipicu oleh lancarnya arus barang dari daerah penghasil. Selama libur panjang, hambatan logistik dan berkurangnya tenaga petik di sawah sering kali memicu kelangkaan sesaat yang melambungkan harga.

Kini, dengan kembalinya aktivitas logistik ke normal, stok di pasar tradisional Bangil dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah melalui Satgas Pangan tidak ingin momentum penurunan harga ini terganggu oleh praktik-praktik tidak sehat. Peringatan keras diberikan kepada para distributor dan pedagang besar agar tidak mencoba melakukan penimbunan stok.

Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi menegaskan pengawasan akan terus diperketat secara berkala. Stabilitas pangan merupakan pilar penting dalam menjaga kondusivitas sosial di wilayah Pasuruan. “Kami akan pantau terus agar harga pangan dan stok tetap stabil, sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Pengawasan ini bersifat antisipatif terhadap dinamika pasokan, termasuk faktor cuaca yang mungkin memengaruhi daerah penghasil,” papar Bayu Pratama Gubunagi.

Meskipun saat ini stok berada dalam kategori aman, Satgas Pangan tetap mewaspadai potensi gangguan di masa mendatang. Pengawasan tidak hanya berhenti di tingkat pasar, namun juga mencakup koordinasi dengan daerah penyuplai untuk memastikan ketersediaan barang jangka panjang.[hil.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!