29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 11, 2026
spot_img

Dinas PU Bina Marga Jatim Liburkan Proyek Jalan Selama Lebaran 2026


Pemprov, Bhirawa
Menyambut libur Hari Raya Lebaran 2026, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk meliburkan seluruh proses konstruksi jalan provinsi. Pekerjaan dihentikan mulai H-7 hingga H+7 Hari Raya Lebaran.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Rekayasa Teknik Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur , Haniffan Daruquthni Baihaqi,.

Menurut Haniffan, instruksi ini berasal dari Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edi Tambeng Widjaja. Edi menekankan agar seluruh pekerjaan dihentikan paling lambat H-10, dengan maksimal H-7 semua alat berat dan galian di ruas jalan harus dirapikan sepenuhnya.

“Jadi kami saat ini sedang mulai persiapan untuk merapikan pekerjaan di lapangan. Jangan sampai ada alat berat yang terparkir, ruas jalan dilokasi proyek pekerjaan juga harus rapi tidak ada galian dan pembersihan material serta bahan juga kami lakukan,” cetusnya saat ditemui Bhirawa, Rabu (11/3/2026).

Langkah ini bagian dari persiapan menyambut arus mudik Lebaran. Data Kementerian Perhubungan memperkirakan lebih dari 193 juta perjalanan mudik nasional pada Lebaran 2026, dengan Jawa Timur sebagai salah satu jalur utama.

Sekitar 25 juta pemudik diproyeksikan melintasi Jawa Timur melalui Tol Trans-Jawa dan jalan arteri provinsi.

Peliburan proyek dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Kami berharap agar para pemudik ini bisa nyaman di jalan. Untuk itu, lewat monitoring dan evaluasi kami memastikan tidak ada jalan yang berlubang dan untuk sementara alat-alat berat itu kami pinggirkan agar tidak menggangu pengguna jalan,” urainya menambahkan.

Berita Terkait :  Unesa Uji Efektivitas VR bagi Lansia di UPT Dinsos Jatim

Di awal 2026, Dinas PU Bina Marga Jatim sedang menangani delapan paket pekerjaan konstruksi jalan provinsi. Dari jumlah itu, dua paket sudah memasuki tahap pengerjaan intensif.

Proyek pertama di ruas Jalan Ponco-Jatirogo (Tuban-Bojonegoro), sepanjang 15 km dengan anggaran Rp150 miliar. Proyek kedua di ruas Kasiyan (Jember), sepanjang 12 km dengan fokus perkuatan jembatan, anggaran Rp120 miliar.

Kedua proyek ini krusial karena menghubungkan wilayah utara dan timur Jatim, yang sering dilalui pemudik.

“Untuk dua proyek tersebut saat ini kami sedang on going atau sedang jalan melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan. Karena nantinya kita akan menghadapi libur panjang untuk kegiatan pengerjaan. Perkiraan teman-teman bisa mulai aktif beraktifitas sampai dengan tanggal 30 Maret,” ungkapnya.

Data Dinas PU Bina Marga mencatat, pada 2025, provinsi ini menyelesaikan 45 paket rehabilitasi jalan senilai Rp1,2 triliun. Untuk 2026, target serupa dengan penekanan pada ruas rawan longsor seperti di Tuban dan Jember, mengingat BMKG memprediksi curah hujan tinggi hingga akhir Maret.

Libur proyek ini selaras dengan operasi Ketupat Polri 2026, yang dimulai H-10 Lebaran. Korlantas Polri menargetkan pengurangan kecelakaan 10% dibanding 2025, dengan fokus pengawasan alat berat di lokasi proyek. Haniffan menambahkan bahwa timnya akan melakukan inspeksi ulang pasca-Lebaran untuk memastikan proyek lanjut tanpa hambatan.

Dengan langkah ini, Dinas PU Bina Marga berkomitmen menjaga infrastruktur jalan tetap prima selama mudik terbesar tahunan. Pemudik diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan mematuhi rambu lalu lintas. [aya.gat]

Berita Terkait :  Platform Teknologi untuk Pendidikan Berkualitas

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!