29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 25, 2026
spot_img

Perahu Dihantam Ombak, Satpolairud Polres Situbondo Ingatkan Nelayan Selalu Siap Alat Keselamatan

Situbondo, Bhirawa
Satpolairud Polres Situbondo minta kepada semua nelayan untuk selalu mewaspadai cuaca buruk. Pasalnya, ada seorang nelayan asal Dusun Sidodadi, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, nyaris menjadi korban setelah perahunya terbalik dihantam gelombang tinggi di perairan utara Taman Nasional Baluran. Beruntung, nelayan bernama Puji Pranoto (45) tersebut berhasil diselamatkan oleh kru kapal KMP Trimas Laila yang kebetulan sedang melintas di jalur perairan yang sama.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa menjelaskan, pihaknya langsung merespons informasi dari masyarakat dan bersiaga di Pelabuhan Jangkar setelah menerima laporan permintaan evakuasi dari awak kapal feri tersebut.

“Kejadian ini berawal sekitar pukul 12.45 WIB. Saat itu, Kapten KMP Trimas Laila, Hadi Wijaya (37), yang berlayar dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Jangkar, melihat korban sedang bertahan di atas perahu fibernya yang sudah dalam kondisi terbalik dan terikat pada rumpon,” jelas AKP Gede.

Merespons situasi tersebut, kapten kapal langsung memerintahkan anak buah kapal (ABK) untuk melakukan evakuasi. Petugas kapal membuka pintu rampa (ram door) dan melemparkan pelampung (ring buoy) ke arah korban. Puji Pranoto akhirnya berhasil ditarik ke atas geladak kapal dan langsung diberikan pertolongan pertama.

Setelah berkoordinasi dengan Pos Polairud Jangkar, kapal feri tersebut melanjutkan perjalanan dan tiba di Pelabuhan Jangkar pada pukul 14.45 WIB. Setibanya di dermaga, personel Satpolairud bersama unsur maritim lainnya langsung mengambil alih proses evakuasi.

Berita Terkait :  Aktiv Memberi CSR Sebanyak 400 Perusahaan di Sidoarjo Mendapat Penghargaan

“Setelah dievakuasi ke darat, korban meminta untuk diperiksa di Puskesmas Banyuputih agar lebih dekat dengan rumahnya. Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan dalam kondisi sehat dan hari itu juga langsung dipulangkan ke pihak keluarga,” tambah AKP Gede.

Berdasarkan keterangan korban, perahunya terbalik karena tiba-tiba dihantam gelombang tinggi akibat cuaca ekstrem di tengah laut. Kondisi ini membuat perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam. Meski selamat, korban harus menanggung kerugian materiil berupa satu unit perahu fiber beserta mesinnya yang ditaksir mencapai Rp 45 juta.

Belajar dari peristiwa ini, AKP Gede kembali memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat pesisir agar lebih berhati-hati. “Kami minta para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca terkini dan melengkapi diri dengan peralatan keselamatan seperti jaket pelampung saat melaut. Jika angin mulai kencang dan gelombang tinggi, sebaiknya tunda dulu aktivitas melaut demi keselamatan bersama,” pungkas mantan Kapolsek Asembagus itu.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!