Kediri, Bhirawa
Realisasi investasi di Kota Kediri pada 2025 berhasil menembus Rp1,66 Triliun, naik 7,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,54 Triliun. Capaian ini datang dari 23 sektor usaha dengan total 9.817 unit usaha, yang menyerap 23.468 tenaga kerja.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kediri, Edi Darmasto, mengatakan kontribusi terbesar berasal dari pelaku usaha yang melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), mencapai Rp1,035 Triliun atau 62 persen.
Meski demikian, Usaha Mikro Kecil (UMK) tetap memainkan peran penting dengan nilai Rp627,6 Miliar atau sekitar 38 persen, terutama dalam jumlah unit usaha dan penyerapan tenaga kerja.
“Sektor dengan investasi terbesar berasal dari transportasi, gudang, dan telekomunikasi, perdagangan dan reparasi, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, jasa lainnya, serta hotel dan restoran,” kata Edi, Kamis (5/3).
Dari sisi jumlah unit usaha, lanjutnya, struktur investasi menunjukkan keseimbangan antara sektor jasa, perdagangan, transportasi, dan properti. Sementara penyerapan tenaga kerja memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Kenaikan investasi terbesar terjadi di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai Rp187,5 Miliar, diikuti transportasi, gudang, dan telekomunikasi naik Rp82,7 Miliar.
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung yang menghubungkan akses utama ke Bandara Dhoho juga ikut mendorong pertumbuhan investasi.
Edi menambahkan, Pemkot Kediri terus mendorong pertumbuhan investasi melalui penyederhanaan dan percepatan perizinan, pelayanan proaktif, pendampingan investor, penyediaan data peluang investasi, promosi dan kerja sama, hingga penguatan zona integritas birokrasi.
Untuk 2026, Pemkot menargetkan investasi Rp1,6 Triliun, dengan sektor prioritas MICE yang terkait program unggulan Kediri City Tourism (D’CITO), transportasi, gudang, telekomunikasi, dan perdagangan.
“Kami optimis target ini bisa tercapai,” tandas Edi. [van,nov.kt]


