Pemprov, Bhirawa
Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur menyiapkan 41 posko Lebaran untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dan provinsi. Langkah ini mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, mengingat Jawa Timur menjadi tujuan favorit dengan proyeksi 27,29 juta pemudik.
Netty Herawati, Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Jatim, menjelaskan bahwa 41 posko ini memantau kondisi jalan, menempatkan alat berat di titik rawan rusak, serta menyediakan tempat istirahat pemudik.
“Posko tersebut terkoneksi dengan 11 Unit Pelayanan Teknis (UPT) di seluruh Jawa Timur. Pelayanan mencakup identifikasi titik rawan kecelakaan, banjir, dan kemacetan, plus pemasangan rambu peringatan di jalur Pantura serta lintas selatan,” urainya saat ditemui Bhirawa, Rabu (4/3).
Lebih lanjut, sambung Netty, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penambalan jalan berlubang di 1.667 km ruas provinsi, dari Pacitan hingga Banyuwangi dan Sumenep. Pemeliharaan rutin ditingkatkan secara intensif menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.
Untuk Jembatan Sentong yang ambrol di perbatasan Bondowoso-Jember, menurut Netty pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan ke jalan kabupaten. Koordinasi telah dilakukan dengan Satlantas dan Satpol PP kabupaten/kota untuk jalur alternatif selama perbaikan.
Tahun lalu, Jawa Timur diserbu sekitar 27 juta pemudik sebagai tujuan utama kedua nasional, dari total 154,62 juta pemudik Indonesia. Kecelakaan lalu lintas selama mudik di Jatim turun signifikan menjadi 350 kasus dari 527 kasus tahun 2024 atau menurun sekitar 34%, dengan korban jiwa 5 orang dari 24 orang.
Secara nasional, kecelakaan mudik 2025 mencapai 1.477 kasus atau turun sekitar 31% dari 2.152, korban jiwa 223 orang atau turun 32% dari 324. [aya.gat]


