Situbondo, Bhirawa
Pemkab Situbondo merayakan setahun pemerintahan Bupati Mas Rio dan Wabup Mbak Ulfi, kemarin. Dalam setahun ini 11 program prioritas yang dicapai duet Bupati dan Wakil Bupati Situbondo, Mas Rio dan Mba Ulfi sudah tercapai dengan baik.
Duet pemimpin Situbondo itu juga melakukan revitalisasi pendidikan dan infrastruktur monumental. Tercatat, rehabilitasi 71 SD dan 16 SMP dengan anggaran Rp 53 miliar, pembangunan Pendopo Pate Alos di kawasan heritage Besuki Raya, serta pengembangan Bandara KASA KHR As’ad Syamsul Arifin sebagai infrastruktur strategis.
Menurut Mas Rio, Pemkab Situbondo kini juga membangun 638 unit rumah layak huni, membangun 6,26 kilometer jalan baru, memperbaiki 44,58 km jalan eksisting, serta pemasangan 292 titik penerangan jalan umum (PJU).
Di sisi lain, lanjut Mas Rio, pencapaian bidang ekonomi dan investasi juga mengemuka. Indikatornya
sejumlah ekonomi makro menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Realisasi investasi melonjak dari Rp 590 miliar pada 2024 menjadi Rp 1,04 triliun pada 2025 dan menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
“Kini Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat dari Rp 271,67 miliar menjadi Rp 320,97 miliar, tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di tengah kebijakan efisiensi anggaran, mencerminkan efektivitas kebijakan serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap Situbondo,” tutur Mas Rio.
Bahkan, sambung Mas Rio, pertumbuhan ekonomi Situbondo sepanjang 2025 mencapai 5,28 persen dan menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir.
“Lonjakan ekonomi berdampak besar pada tingkat pengangguran yang berhasil ditekan, angka kemiskinan menurun, serta gini rasio membaik. Bahkan tingkat pengangguran terbuka tercatat mencapai 3,02 persen, angka kemiskinan 11,17 persen. Keduanya merupakan capaian terendah dalam 5 tahun terakhir,” papar Mas Rio.
Sementara itu, sepanjang tahun pertama kepemimpinan, Kabupaten Situbondo meraih 29 penghargaan tingkat nasional dan provinsi sebagai bentuk pengakuan atas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi daerah, serta kinerja ekonomi.
“Namun demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa penghargaan tertinggi tetaplah kepercayaan masyarakat,” kupas Mas Rio yang mengakui setahun ini penuh dengan tantangan.
Tahun pertama kepemimpinan Mas Rio dan Mba Ulfi, imbuh dia, juga diwarnai berbagai tantangan, mulai dari pemangkasan anggaran hingga bencana banjir bandang yang menguji kesiapsiagaan pemerintah daerah. Penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, serta bantuan bagi warga terdampak menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
“Di tengah tantangan pemangkasan anggaran, saya berterima kasih kepada seluruh ASN yang selalu menjadi pelayan terbaik bagi masyarakat. Saya juga berharap agar 4 tahun ke depan, ASN dan masyarakat bahu membahu bergandengan tangan untuk membangun Situbondo naik kelas lebih tinggi lagi, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera,” ujar Mas Rio.
Mas Rio menambahkan, perlu ada pondasi yang kuat saat menuju empat tahun memimpin Situbondo kedepan. Satu tahun pertama ini, urai Mas Rio, memang belum sempurna, namun menjadi fondasi kuat bagi langkah pembangunan berikutnya.
Nah, dengan semangat “Situbondo Naik Kelas”, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan reformasi pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Dengan kerja nyata, kolaborasi, dan semangat gotong royong, Situbondo terus melangkah menuju masa depan yang lebih makmur dan sejahtera,” pungkas Mas Rio. [awi.gat]


