Kota Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri menggelar operasi pasar murah di sejumlah kelurahan selama bulan suci Ramadan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan lonjakan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Teddy Setiawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pangan murah untuk mengendalikan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menekan lonjakan harga serta memastikan ketersediaan sembako bagi masyarakat. Kami berharap dengan adanya pasar murah, harga tetap terkendali dan kebutuhan warga dapat terpenuhi,” kata Teddy, Selasa (24/2).
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras SPHP Rp57.000 per kemasan 5 kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter, telur ayam Rp29.000 per kilogram, serta gula pasir Rp15.000 per kilogram. Selain itu, tersedia pula aneka sayuran segar.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga. Puluhan masyarakat tampak mengantre untuk mendapatkan sembako dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan di pasaran.
Puput, salah satu warga, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah ini. Menurutnya, selisih harga yang cukup signifikan membuat pengeluaran rumah tangga menjadi lebih hemat.
“Tadi saya beli beras, telur, gula, dan minyak goreng. Selisih harganya lumayan, apalagi kalau beli banyak, jadi bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ririn, warga lainnya, yang membeli sembako untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran.
“Alhamdulillah, harganya murah banget. Senang bisa dapat sembako murah. Minyaknya nanti dipakai untuk masak-masak Lebaran,” aku Ririn.
Operasi pasar murah ini digelar di sejumlah kantor kelurahan di Kota Kediri mulai 23 hingga 27 Februari 2026. Untuk setiap titik pelaksanaan, disiapkan stok beras sebanyak 400 sak ukuran 5 kilogram, minyak goreng 600 liter, gula pasir 400 kilogram, serta telur ayam 200 kilogram. [van/nov.gat]


