32 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

Petani Ngraho Bojonegoro Produksi Dekomposer Mandiri, Tingkatkan Kesuburan Tanah

Bojonegoro, Bhirawa
Upaya memperkuat kemandirian petani sekaligus menjaga kesehatan lahan terus dilakukan di tingkat desa. Kelompok Tani Setyo Budi Utomo di Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, memproduksi dekomposer cair secara mandiri untuk mempercepat penguraian sisa jerami dan bahan organik di sawah.

Kegiatan ini didampingi petugas lapangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro guna memastikan proses fermentasi berlangsung optimal. Pendamping pertanian lapangan (PPL) DKPP Bojonegoro, Moch. Minan, menjelaskan bahwa dekomposer cair tersebut berfungsi mempercepat pelapukan sisa tanaman agar segera berubah menjadi unsur hara yang siap diserap tanaman.

“Pembuatan dekomposer ini menjadi kunci agar petani tidak lagi membakar jerami. Dengan bantuan mikroba, bahan organik dikembalikan ke tanah sehingga kesuburan tetap terjaga,” ujarnya, Kemarin (17/2).

Menurut Minan, praktik ini dinilai strategis karena mampu memutus siklus hama dan penyakit yang kerap bersembunyi di sisa tanaman musim sebelumnya. Selain itu, penggunaan dekomposer mandiri membantu meningkatkan populasi mikroba baik di dalam tanah sehingga struktur tanah menjadi lebih gembur dan produktif.

Dari sisi ekonomi, pembuatan dekomposer secara swadaya juga menekan biaya produksi. Petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk kimia pabrikan yang harganya kerap berfluktuasi. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar, biaya dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas lahan.

Ketua Kelompok Tani Setyo Budi Utomo menyatakan, penerapan teknologi hayati ini sekaligus mempercepat jadwal tanam. Jerami yang biasanya memerlukan waktu lama untuk terurai kini dapat lebih cepat membusuk, sehingga lahan siap ditanami kembali dalam waktu singkat.

Berita Terkait :  Pemprov Jatim Optimalkan Penanganan Gangguan Penglihatan Lansia

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Kecamatan Ngraho. Pengelolaan lahan berbasis teknologi hayati dinilai sebagai fondasi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, yang dimulai dari praktik pertanian sehat di tingkat desa.[bas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!