32 C
Sidoarjo
Thursday, January 22, 2026
spot_img

Mendes Dukung Gagasan Bupati Situbondo Angkat Sejarah Anyer-Panarukan Jadi Agenda Festival Nasional

Situbondo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo punya gagasan unik yakni merencanakan penyelenggaraan Festival Anyer-Panarukan sebagai agenda budaya dan sejarah berskala nasional. Festival ini diinisiasi Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan mengangkat jejak historis Jl Raya Anyer-Panarukan yang dibangun di era kolonial Belanda, ratusan tahun silam.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan, Festival Anyer-Panarukan dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang edukasi sejarah dan penguatan identitas daerah. Jalur sepanjang lebih dari 1.000 km itu dinilai memiliki nilai historis yang kuat sekaligus relevan untuk kontekstualisasi dengan pembangunan desa dan pariwisata saat ini.

”Festival ini kami gagas sebagai upaya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang Jalan Raya Anyer-Panarukan, sekaligus mendorong desa-desa di sepanjang jalur sejarah itu untuk tumbuh melalui ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujar Mas Rio, Rabu (21/1).

Rencana gemilang tersebut juga disiapkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, sebagai daerah titik awal Jalur Anyer. Mas Rio menyebut komunikasi awal telah dilakukan dengan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, untuk membangun sinergi antar daerah dalam penyelenggaraan festival berbasis sejarah nasional.

”Kami sepakat Anyer-Panarukan adalah narasi besar bangsa yang harus dihadirkan bersama. Kolaborasi lintas daerah menjadi kunci agar festival ini tidak bersifat parsial,” kata lulusan S2 Universitas Indonesia itu.

Festival Anyer-Panarukan, imbuh Mas Rio, akan dikemas dalam berbagai kegiatan, mulai dari pameran sejarah, pertunjukan seni budaya, hingga partisipasi UMKM desa. Pemerintah daerah, kata dia, juga akan melibatkan sejarawan, komunitas budaya dan generasi muda agar festival memiliki kedalaman makna.

Berita Terkait :  Bupati Sampang Lantik Dewas dan Direksi Perumda Trunojoyo dan BUMD GSM

”Kami ingin kedepan anak-anak muda tidak hanya mengenal Anyer-Panarukan dari buku sejarah, tetapi merasakan sebagai bagian dari identitas dan peluang masa depan,” tutur Mas Rio.

Festival berskala nasional ini mendapat respons positif dari Menteri Desa (Mendes), Yandri Susanto. Menteri asal PAN itu menilai pendekatan sejarah yang dikombinasikan dengan pemberdayaan desa sejalan dengan agenda pembangunan berbasis kearifan lokal yang tengah didorong pemerintah pusat.

”Ini contoh bagaimana sejarah tidak hanya dikenang, tetapi dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan desa. Kami menyambut baik inisiatif Situbondo yang mengaitkan warisan sejarah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Menteri Yandri, saat ditemui sejumlah bupati dalam sebuah acara di Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Menteri Yandri, festival tersebut berpotensi membuka ruang kolaborasi antar daerah. ”Khususnya desa-desa yang berada di lintasan Anyer-Panarukan,” sambungnya.

Selain itu, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat narasi kebangsaan melalui jalur sejarah yang pernah menjadi tulang punggung mobilitas di Pulau Jawa.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Serang berharap Festival Anyer-Panarukan dapat masuk dalam kalender event nasional.

Melalui kerja sama antar daerah ini, festival ini diharapkan menjadi model pengembangan kegiatan budaya berbasis sejarah yang memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa. [awi.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru