32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Pemprov Jatim Komitmen Penyediaan Ruang Belajar Layak


Pasuruan, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan pihaknya terus berkomitmen dalam menyediakan ruang belajar yang layak bagi putra-putri Jawa Timur. Hal itu untuk mencetak generasi emas yang kompetitif dan berkarakter.

“Sekolah merupakan ruang tumbuh, tempat nilai, karakter, dan mimpi dirajut. Makanya, saat pemerintah melakukan pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, sesungguhnya yang sedang kita lakukan adalah menjaga martabat pendidikan sekaligus masa depan generasi,” ujar

Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan sarana dan fasilitas penunjang SMAN Taruna Madani Jawa Timur, tepatnya di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (15/1).

Selain meresmikan sarana dan fasilitas penunjang, Khofifah juga merehabilitasi dan revitalisasi 22 SMA, SMK dan SLB Negeri/Swasta wilayah Pasuruan dan Probolinggo.

Menurutnya, program itu tak berhenti pada perbaikan bangunan. Namun, juga dalam upaya untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat. Mulai dari ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, serta suasana sekolah yang ramah anak.

“Dan fasilitas sarpras ini adalah upaya untuk menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi. Tujuannya, agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja dan tantangan masa depan,” urai Khofifah Indar Parawansa.

Pejabat nomer satu di Jawa Timur ini menjelaskan rehabilitasi dan revitalisasi dilakukan sebagai penguatan ekosistem pembelajaran.

Tentu, harapannya agar saat ekosistem pendidikan diberikan dukungan terbaik maka akan berseiring dengan prestasi para siswa yang lebih baik.

Berita Terkait :  Sinergi Lintas Stakeholder, Jajaran Pemkab Banyuwangi dan Pertamina Pastikan BBM Sesuai Spesifikasi

“Suasana belajar mengajar menjadi makin convinient dan harapan kita prestasinya juga akan makin meningkat dan yang kita lakukan ini menjadi bagian dari program besar peningkatan kualitas SDM Jawa Timur melalui kewenangan Pemprov,” imbuh Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Khofifah menegaskan sarpras dan fasilitas penunjang yang baik tidak akan bermakna tanpa jiwa pendidikan di dalamnya.

“Jiwa pendidikan itu ada pada guru yang mengajar dengan hati, kepala sekolah yang memimpin dengan keteladanan, dan pada anak anak yang belajar dengan semangat, disiplin serta akhlak yang baik,” jelas Khofifah Indar Parawansa.

Di sisi lain, rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas penunjang yang diresmikan mencakup 22 sekolah SMA, SMK, dan SLB di wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Di wilayah Pasuruan menyasar 16 sekolah dengan anggaran mencapai Rp 16,33 Miliar.

Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMAN Taruna Madani Jawa Timur, SMAS Al-Ma Hadul Islami Beji, SMAN 1 Pandaan, SMAN 3 Pasuruan, SMAN 1 Pasuruan, SMAN 1 Purwosari, SMA 45 Purwodadi Pasuruan, SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Grati, SMK Miftahul Huda Gempol, SMK Darul Ulum Purwodadi, SMK PGRI 4 Pasuruan, SLBN Pandaan, SLBN Bandaran, SLBN 1 Pasuruan dan SMK Al-Yasini Wonorejo.

Sedangkan rehabilitasi dan revitalisasi yang diresmikan untuk Cabang Dinas Wilayah Probolinggo menyasar 6 sekolah yakni SMAN Sukapura, SMAN 3 Probolinggo, SMAN 4 Probolinggo, SMA Taruna Dra. Zulaeha, SMAS Nurul Hasan, SLBN Gending.

Berita Terkait :  Menahan Resesi Global

Rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan fasilitas penunjang di wilayah Probolinggo menggunakan anggaran senilai Rp 7,38 Miliar.

Gubernur Khofifah juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim terhadap prinsip keadilan dan kemitraan. Sekolah swasta, termasuk SMA, SMK, dan SLB swasta adalah mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Rehabilitasi dan revitalisasi sekolah negeri maupun swasta harus dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pendidikan Jawa Timur. Dimanapun para siswa bersekolah, memiliki hak yang sama atas lingkungan belajar yang layak,” urai Khofifah Indar Parawansa.

Saat ini, tantangan ke depan bukan hanya memastikan bangunan berdiri kokoh. Namun juga memastikan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran bermutu.

Sedangkan revitalisasi dan rehabilitasi fisik harus diikuti dengan revitalisasi cara mengajar, cara belajar, dan cara memimpin sekolah.

“Kepala sekolah, guru dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjadikan momentum ini sebagai penguat budaya refleksi, inovasi dan kolaborasi dalam pembelajaran,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Ia kembali menegaska revitalisasi dan rehabilitasi fisik sekolah harus berseiring dengan revitalisasi kualitas pendidikan. Tujuannya mencetak generasi dengan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Salah satu upaya adalah memaksimalisasi dari seluruh kapasitas dan kompetensi siswa melalui talent DNA. Jawa Timur menjadi provinsi yang telah memiliki Bank Talent DNA di Indonesia.

“Kami sudah punya Bank Talent DNA, di Indonesia Insyaallah yang sudah memiliki bank Talent DNA adalah pendidikan di Provinsi Jawa Timur. Ketika instansi atau lembaga tertentu membutuhkan talent tertentu mereka sudah bisa mengunduh dari bank Talent DNA yang ada di Jawa Timur,” tegasnya.

Berita Terkait :  R2 Dominasi Laka Lantas Operasi Patuh Semeru 2024 Polrestabes Surabaya

Gubernur Khofifah kembali menegaskan talent DNA itu sekaligus menjadi instrumen untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi dan kompetensi siswa.

Itu berseiring dengan penyiapan SDM untuk menjawab tantangan masa depan yang menuntut diversifikasi profesi berdasarkan spesialisasi, spesifikasi DNA dan profesionalisme di bidang bidang tertentu.

“Tentu, talent DNA adalah cara kita mengidentifikasi dan memitigasi bahwa masing-masing anak didik memiliki kekuatan luar biasa jika dilakukan mitigasi yang sesuai dengan talent DNA nya,” tambah Khofifah Indar Parawansa.

Di balik sarana dan prasarana sekolah yang diresmikan, ada harapan para orang tua, ada doa para guru, dan ada masa depan anak anak yang sedang bertumbuh.

Setiap ruang kelas yang diperbaiki dan setiap fasilitas yang dilayakkan sesungguhnya adalah bentuk perhatian, dan kasih sayang negara kepada generasi muda penerusnya.

“Mari kita isi dengan proses pendidikan yang bermakna, agar sekolah sekolah di Jawa Timur benar benar menjadi tempat lahirnya generasi berilmu, berkarakter hingga berakhlak mulia,” tutup Khofifah Indar Parawansa. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru