Surabaya, Bhirawa
Kiprah mahasiswa dalam mendukung pembangunan kota semakin terlihat melalui berbagai kegiatan sosial yang diinisiasi Pemerintah Kota Surabaya. Salah satu program yang kini banyak menarik perhatian publik ialah “Surabaya Mengajar”, sebuah program pemberdayaan mahasiswa untuk terlibat dalam penguatan pendidikan dasar.
Di antara para peserta program tersebut, terdapat Syafrian Darmawan Adi Fitriansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, yang saat ini ditempatkan di SDN Klampis Ngasem V/230.
Program ini digagas sebagai langkah kolaboratif antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dasar untuk memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa sekaligus mendukung tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Mengawali Hari dengan Program 5S
Setiap pagi sebelum jam pelajaran dimulai, Syafrian telah berdiri di gerbang sekolah. Melalui program Salam Masuk Sekolah 5S, ia menyambut puluhan siswa dengan senyum dan sapaan ramah.
Momen ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter siswa sejak dini.
“Anak-anak perlu merasakan bahwa sekolah adalah tempat yang aman dan menyenangkan. Dengan 5S, mereka belajar sopan santun dan membangun suasana positif sebelum masuk kelas,” ungkap Syafrian. Kegiatan sederhana namun bermakna ini dinilai efektif dalam meningkatkan kedisiplinan dan kesiapan siswa mengikuti pembelajaran.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Syafrian mendapat kesempatan untuk mempraktikkan teori komunikasi interpersonal dan komunikasi pendidikan secara langsung. Ia membantu guru dalam berbagai aktivitas belajar seperti: mendampingi diskusi kelompok, memberi bimbingan membaca dan menulis, membantu pelaksanaan projek tematik, memberikan dukungan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar
Pendampingan ini memberikan ruang interaksi yang intens antara mahasiswa dan siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan komunikatif.
Guru-guru SDN Klampis Ngasem V/230 menyambut baik kontribusi Syafrian karena mampu meringankan beban pengelolaan kelas dan membuat suasana belajar lebih hidup.
Dorong Budaya Literasi
Dalam rangka memperkuat budaya literasi, Syafrian juga terlibat dalam pengelolaan administrasi perpustakaan sekolah. Ia membantu dalam hal pendataan buku, pengaturan koleksi berdasarkan kategori, pencatatan peminjaman dqn membantu siswa memilih bacaan sesuai tingkatan
Keberadaan mahasiswa di perpustakaan membuat minat baca siswa meningkat signifikan. Banyak siswa yang sebelumnya jarang mengunjungi perpustakaan kini lebih antusias membaca buku cerita, ensiklopedia, hingga komik edukatif.
Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis, sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan gizi anak sekolah, juga menjadi bagian dari tugas Syafrian.
Ia bertugas membantu distribusi makanan, pembagian antrean, hingga memastikan setiap siswa menerima porsi yang sesuai.
Penerapan program ini memberikan dampak positif pada kesehatan dan semangat belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, kehadiran mahasiswa seperti Syafrian sangat membantu memastikan alur distribusi berjalan tertib dan efisien.
Partisipasi Syafrian dalam “Surabaya Mengajar” tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi dirinya sebagai calon profesional di bidang komunikasi.
Melalui interaksi langsung dengan siswa, guru, dan warga sekolah, ia belajar mengenai: komunikasi efektif di lingkungan Pendidikan, pengelolaan kegiatan social, manajemen kelas dasar,pendekatan karakter berbasis empati, kemampuan observasi dan publikasi kegiatan sekolah dan kerja tim lintas disiplin. Program ini menegaskan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas besar sebagai agen perubahan sosial di masyarakat.
Mewujudkan Pendidikan Inklusif Melalui Kolaborasi
Program “Surabaya Mengajar” menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah dalam membangun sistem pendidikan yang lebih humanis.
Keterlibatan Syafrian Darmawan Adi Fitriansyah di SDN Klampis Ngasem V/230 menunjukkan bahwa peran mahasiswa bukan hanya di ruang kuliah, tetapi juga di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Dengan dedikasi dan semangat pengabdian, Syafrian menjadi salah satu representasi generasi muda yang aktif, peduli, dan berkomitmen untuk memajukan dunia pendidikan Kota Surabaya. [why]


