26.7 C
Sidoarjo
Tuesday, June 30, 2026
spot_img

Pemprov Komitmen Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat


Pemprov, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Salah satu program pengendalian inflasi ini adalah dengan terus menggelar pasar murah secara rutin di semua Kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Pasar Murah ke-77 Tahun 2026 di Halaman Pentungan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6).

Program ini menjadi salah satu instrumen strategis Pemprov Jatim untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika harga pangan.

“Ini adalah Pasar Murah yang ke-77 di tahun 2026. Kita berharap ini bisa memberikan dorongan stabilisasi harga. Ini juga untuk pengendalian inflasi,” ujar Khofifah.

Menurutnya, intervensi pemerintah melalui Pasar Murah merupakan langkah konkret agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar sehingga diharapkan mampu menekan laju kenaikan harga sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Bisa dicek harga yang dijual di sini jauh di bawah harga di pasaran. Karena harapannya ini bisa mengintervensi pengendalian inflasi dan stabilisasi harga sembako,” katanya.

Dalam Pasar Murah tersebut, masyarakat dapat membeli beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, telur ayam ras Rp22.000 per pak, daging ayam ras Rp25.000 per pak, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.

Berita Terkait :  KAI Daop 8 Surabaya Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Publik

Gubernur Khofifah memastikan Pasar Murah akan terus dilaksanakan secara rutin di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kami berkomitmen Pasar Murah akan terus dilaksanakan secara rutin di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dengan demikian, stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga, inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Selain menjadi upaya pengendalian inflasi, Khofifah menjelaskan Pasar Murah juga menjadi sarana pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk-produk unggulan UMKM lokal selalu dilibatkan dalam setiap penyelenggaraan agar memperoleh akses pasar yang lebih luas dan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

“Selain itu, di setiap Pasar Murah kita juga selalu menyertakan produk UKM setempat, produk UKM lokal. Harapan kita juga mereka bisa tersupport dari daya beli masyarakat supaya UKM kita bisa punya bangunan fondasi yang kuat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Khofifah juga membagikan beras SPHP kepada sejumlah lanjut usia serta orang tua yang membawa anak-anaknya. Ia juga menyempatkan berinteraksi dengan pelaku UMKM dan membeli sejumlah produk mereka sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!