30 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Unusa Bangun Dapur PMBA di Aceh, Fokus Gizi dan Kesehatan Kelompok Rentan


Surabaya, Bhirawa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membangun Dapur PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) di wilayah Pantee Lhong, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Program tersebut bagian dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Unusa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, berfokus penguatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta praktik sanitasi yang layak bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya dalam situasi darurat dan pascabencana, Jumat (26/12).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D., mengatakan program lahir dari kesadaran atas pentingnya perlindungan kelompok rentan sebagai bagian dari keadilan sosial.

“Bencana atau pascabencana kelompok rentan sering jadi pihak yang paling terdampak, justru paling mudah terabaikan, pembangunan Dapur PMBA ingin memastikan hak dasar mereka, khususnya terkait pemenuhan gizi dan kesehatan, tetap terpenuhi secara layak dan bermartabat,” jelasnya.

Lanjut Syafiuddin mengukapkan pendekatan dalam program bersifat komprehensif dan berkelanjutan, pembangunan dapur menjadi pintu masuk untuk program yang lebih luas, yakni penguatan kapasitas masyarakat.

“Tim Unusa melakukan edukasi kesehatan dan gizi, pendampingan praktik pemberian makanan bayi dan anak yang benar, serta penguatan peran masyarakat lokal supaya mampu mengelola dan melanjutkan program ini secara mandiri,” ujar Syafiuddin.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat jadi kunci keberhasilan program, tambah Syafiuddin melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Dapur PMBA tidak hanya berfungsi saat terjadi bencana, tapi dimanfaatkan dalam kondisi normal sebagai pusat layanan gizi berbasis komunitas.

Berita Terkait :  Peringati Hari Juang Ke-77 Infanteri, TNI AD Bagikan 250 Paket Bingkisan

“Berharap model Dapur PMBA di Kabupaten Bireuen menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain, terutama daerah-daerah yang rentan terhadap bencana, perlunya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya perlindungan kelompok rentan diharapkan dapat berjalan lebih sistematis, berkelanjutan, dan berdampak luas,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru