24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Wujudkan Kampus Inklusif, ITS Matangkan Persiapan Layanan Disabilitas


Surabaya, Bhirawa
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) matangkan layanan disabilitas untuk mewujudkan kampus inklusif. Wakil Rektor III ITS Imam Baihaqi ST MSc PhD, menekankan pentingnya inklusivitas sebagai fondasi pendidikan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berfokus pada kelompok kurang mampu atau kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), melainkan juga harus merangkul para penyandang disabilitas. “Pendidikan adalah hak semua orang, termasuk teman-teman penyandang disabilitas, sehingga perguruan tinggi bertanggung jawab menyediakan layanan inklusif,” ujarnya tegas.

Sebagai langkah nyata, Imam mengungkapkan rencana ITS dalam membuka jalur seleksi khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas pada 2027 mendatang. Meski begitu, pria asal Gresik ini mengingatkan bahwa kebijakan besar tersebut harus dibarengi dengan kesiapan institusi yang matang di berbagai sisi. “Persiapan yang dilakukan tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup aspek emosional dan psikologis,” tambahnya menekankan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Umum, Keamanan dan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan ITS Dr Any Werdhiastutie ST MSi, memaparkan progres persiapan timnya selama setahun terakhir. Any menjelaskan bahwa saat ini, ITS masih berada pada tahap pemetaan awal dengan fokus utama pada perbaikan aspek fisik. Namun, cakupan ini akan segera diperluas ke ranah mental dan sensorik melalui rencana strategis yang tertuang dalam Roadmap Penyiapan Layanan Disabilitas.

Berita Terkait :  Bawaslu Serahkan Dugaan Pelanggaran Kades Plosogeneng pada PJ Bupati Jombang

Secara mendalam, Any memperkenalkan roadmap tersebut sebagai panduan pengembangan kampus inklusif selama lima tahun ke depan yang terbagi dalam lima fase utama. Fase awal akan berfokus pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai UU No. 8 Tahun 2016, pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD), serta audit aksesibilitas menyeluruh. Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum ITS melangkah ke tahap implementasi yang lebih teknis.

Memasuki fase pengembangan, ITS akan memperkuat layanan dasar melalui digitalisasi pendaftaran, penambahan fasilitas fisik, program academic buddy dan pelatihan bahasa isyarat. Langkah ini kemudian disusul dengan fase lanjutan yang menargetkan integrasi teknologi layanan, perluasan kolaborasi, serta penyempurnaan aksesibilitas. “Tak hanya itu, kami juga menargetkan peresmian Gedung Pusat Layanan Disabilitas serta sertifikasi kampus ramah disabilitas bertaraf internasional,” tutur Any.

Guna mendapatkan perspektif yang akurat, ITS menghadirkan dosen Departemen Arsitektur Dr Arina Hayati ST MT, untuk melakukan penilaian teknis terhadap fasilitas kampus. Dalam paparannya, pakar arsitektur yang juga merupakan seorang disabilitas ini memberikan evaluasi mendalam mengenai standar aksesibilitas di kawasan ITS. Ia mencatat bahwa masih terdapat kekurangan pada aspek fisik yang perlu diperbaiki, seperti keamanan ramp, aksesibilitas ruang kelas, dan toilet yang ramah disabilitas.

Acara kemudian berlanjut ke sesi diskusi interaktif yang melibatkan jajaran Direktur, Kepala Unit Kepala Bagian dan Sub bagian untuk menampung berbagai masukan penyempurnaan layanan. Selain diskusi, peserta juga disuguhi demonstrasi bahasa isyarat dari komunitas Tim Bisindo dan Aksesibilitas Surabaya (TIBA) sebagai bentuk penguatan layanan inklusif. Kehadiran komunitas ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai komunikasi inklusif di lingkungan kampus.

Berita Terkait :  Sebagai Gerakan Literasi, BBW Surabaya Hadirkan 350 Ribu Buku

Melalui inisiatif ini, ITS berharap seluruh sivitas akademika dapat menumbuhkan rasa empati serta peran aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru