28 C
Sidoarjo
Monday, April 20, 2026
spot_img

Warga Lintas Desa di Jombang Teguhkan Komitmen Lestarikan Sejarah Kesamben

Pegiat budaya dan lingkungan, Ari Hakim menyerahkan bibit pohon Kosambi yang merupakan pohon ikonik daerah Kesamben, Jombang pada acara Ngaji Budaya Jumat Kliwon, Kamis malam (04/09). foto: arif yulianto/bhirawa.

Jombang, Bhirawa.
Sejumlah warga lintas desa di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang seperti Desa Jatiduwur, Podoroto, Kesamben, dan Pojokrejo mengikuti acara Ngaji Budaya Jumat Kliwon di Sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Jatiduwur, Kesamben, Jombang, Kamis malam (04/09). Mereka berkomitmen untuk ‘uri-uri’ atau melestarikan sejarah dan budaya di daerah Kesamben.

Acara diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para leluhur dan untuk keselamatan bangsa. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian narasi tentang sejarah Wayang Topeng Jatiduwur, dan juga sinau budaya terkait sejarah Kesamben.

Kegiatan digelar juga bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi dan untuk saling menguatkan tentang budaya dan sejarah masing-masing desa.

Sejumlah tamu dan tokoh juga hadir pada acara tersebut. Seperti, RM. Kushartono dari nDalem Pojok Wates, Kediri, pegiat budaya dan lingkungan dari Kediri, Ari Hakim, pemerhati sejarah dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, Arif Yulianto, pegiat budaya Kesamben, Agus Prasetyo, dan juga pengelola Wayang Topeng Jatiduwur, Isma Hakim.

Isma Hakim mengatakan, kegiatan Ngaji Budaya Jumat Kliwon ini merupakan edisi pertama.

“Insyaallah kita akan gelar pada malam Jumat Kliwon setiap bulannya. Tentu harapan kita, kegiatan ini dapat memberikan semangat bagi warga Kesamben untuk belajar dan melestarikan sejarah yang kita miliki bersama,” kata Isma Hakim.

Berita Terkait :  Mahasiswa UMM Bantu Langsungkan Festival Keramik Dinoyo

Ari Hakim menambahkan, kegiatan melestarikan sejarah dan budaya adalah kegiatan yang luhur untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada para generasi muda tentang sejarah dan peradaban besar nenek moyang masa lalu.

“Dengan begitu, kita akan tergugah untuk melestarikan kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi bagian dari jati diri bangsa ini,” ulas Ari Hakim.

Senada dengan Isma Hakim dan Ari Hakim, Agus Prasetyo menuturkan, dengan dipantiknya pelestarian sejarah dan budaya Kesamben melalui kegiatan Ngaji Budaya ini, diharapkan dapat menggugah kesadaran warga desa yang lain di Kecamatan Kesamben untuk juga ikut melestarikan sejarah dan budaya lokal.

“Kita berharap makin banyak warga di Kecamatan Kesamben yang bergabung ikut belajar bersama,” kata Agus Prasetyo.

Sementara itu, Arif Yulianto menerangkan, Kesamben memiliki beberapa peninggalan sejarah dan budaya yang bisa dibanggakan dan perlu dilestarikan.

“Ada sejarah penyelamatan Raja Jayanegara, ini terkait dengan Ki Ageng Jatiduwur. Kemudian ada eksistensi Ki Purwo dan Wayang Topeng Jatiduwur,” ujar Arif Yulianto.

“Ada juga Prasasti Kusambyan yang menjelaskan tentang daerah yang diduga kuat adalah daerah Kesamben, ada pula batu-batu diduga penanda tanah ‘pardhikan’ atau batas area suci pada masa lampau, dan masih banyak lagi,” beber Arif Yulianto.

Pada momen tersebut, juga dilakukan penyerahan bibit pohon Kosambi yang merupakan pohon ikonik daerah Kesamben dari pegiat budaya dan lingkungan, Ari Hakim kepada pengelola Wayang Topeng Jatiduwur, Isma Hakim.(rif.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!