Magelang, Bhirawa
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mengharapkan penyelenggaraan retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia mampu menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah sebagai satu kesatuan dalam NKRI.
“Kebijakan daerah diharapkan tetap sejalan dengan arah kebijakan pusat tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” kata Ace Hasan Syadzily usai penutupan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Minggu.
Penyelenggaraan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Indonesia resmi ditutup pada hari ini.
Kegiatan yang dimulai sejak penyambutan peserta pada 15 April 2026 itu berlangsung lancar, tertib, dan sesuai harapan.
Ace Hasan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta mengikuti seluruh proses dengan baik dan antusias hingga akhir acara.
Kursus ini menghasilkan berbagai pemahaman strategis bagi para pimpinan daerah, di antaranya penguatan kembali nilai-nilai kebangsaan, pengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta pemahaman komprehensif terkait dinamika politik global.
Ia menyampaikan salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah paparan khusus dari Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan terkini dan kebijakan strategis pemerintah pusat.
Selain itu, sejumlah menteri juga memberikan materi terkait berbagai program prioritas nasional, meliputi bidang pemerintahan dalam negeri, ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Penguatan integritas pimpinan daerah juga menjadi fokus dalam kursus ini, antara lain melalui pembekalan langsung dari Ketua KPK Setya Budiyanto.
Sementara aspek penegakan hukum dalam mendukung agenda pembangunan nasional turut disampaikan Panglima TNI dan Kapolri.
Ace Hasan menuturkan peran ketua DPRD sangat strategis sebagai pengambil keputusan di daerah. Oleh karena itu, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai materi yang diperoleh guna mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui strategi pembangunan nasional.
Selain itu, ia juga menambahkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang daerah, suku, maupun partai politik, demi kepentingan bangsa dan negara.
Dari total 577 undangan, sebanyak 530 peserta hadir dalam kegiatan ini. Ketidakhadiran sebagian peserta disebabkan faktor kesehatan maupun tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Gubernur Lemhannas berharap peserta yang belum berkesempatan hadir dapat mengikuti program serupa pada masa mendatang.
Kehadiran Presiden dalam kegiatan ini juga dinilai memberikan energi dan semangat baru bagi para pimpinan DPRD di seluruh Indonesia, yang menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk mengimplementasikan hasil kursus di daerah masing-masing. [ant.kt]


