Kota Mojokerto, Bhirawa — Dua inovasi unggulan Kota Mojokerto, yakni Siti Pinter dan Klinik Perisai, dipaparkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di hadapan dewan juri Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara daring, Rabu (4/11/2026). Kedua inovasi ini menjadi bukti komitmen Pemkot Mojokerto meningkatkan kualitas pelayanan publik, SDM, dan perekonomian masyarakat.
Ning Ita — sapaan akrab Wali Kota — menjelaskan Siti Pinter lahir untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas SDM. Pada 2021, Indeks Pembangunan Manusia Kota Mojokerto tercatat 78,43, sementara Indeks Masyarakat Digital Indonesia baru di angka 42,73.
“Siti Pinter adalah akronim dari Sinau Teknologi Informasi Program e-Telecenter, bertujuan meningkatkan indeks pendidikan, IPM, dan IMDI melalui pembelajaran teknologi informasi yang inklusif, gratis, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Program ini menyasar anak-anak dari PAUD hingga SMP, beroperasi di Mal Pelayanan Publik serta mendatangi sekolah-sekolah melalui unit bergerak.
Sementara itu, Klinik Perisai lahir dari upaya memperkuat ekonomi daerah pascapenutupan tiga pabrik rokok yang menurunkan pertumbuhan ekonomi menjadi 2,19 persen pada 2023.
“Klinik Perisai adalah Klinik Terpadu Pendaftaran Perizinan Usaha Mikro dan Kecil, hadir untuk memudahkan pelaku usaha memperoleh legalitas sekaligus meningkatkan daya saing UMKM agar naik kelas,” ujarnya.
Melalui Klinik Perisai, pelaku usaha mendapat pendampingan mulai dari KBLI, penentuan risiko usaha, hingga pengurusan NIB, PIRT, BPOM, sertifikat halal, dan masuk katalog elektronik LKPP. Kebijakan ini juga selaras dengan aturan alokasi 40 persen belanja pemerintah untuk produk UMKM dan dalam negeri.
Hasilnya terlihat nyata. Selama 2023–2025, UMKM Kota Mojokerto menyerap 38.019 tenaga kerja dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp90 miliar. Dukungan kebijakan, anggaran Rp2,8 miliar pada 2026, serta kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi fondasi keberlanjutan kedua inovasi ini.
“Bagi kami, inovasi harus menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, kami terus berkomitmen mengembangkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pelayanan publik, tetapi juga mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto,” pungkasnya.
Semangat untuk berinovasi diimplentasikan dalam event Mojo Indah yang digelar setip tahun. Dan Hingga saat ini, Kota Mojokerto telah mendaftarkan 259 inovasi dan 104 di antaranya telah memperoleh pencatatan hak cipta. [min.kt]


