29 C
Sidoarjo
Sunday, October 4, 2026
spot_img

Tutup PKN dan PKP, Gubernur Jatim Minta ASN Adaptif Terhadap Dinamika Global

Surabaya, Bhirawa

 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan adaptif terhadap dinamika global. Langkah ini dinilai penting guna menjaga keberlanjutan inovasi serta mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

 Hal tersebut ditegaskan Khofifah saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V dan VI Pemprov Jatim Tahun 2026 di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Surabaya, Jumat (2/10).

 Khofifah menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah pelatihan kepemimpinan tidak berhenti saat acara ditutup, melainkan diukur dari penerapan ilmu, keberlanjutan inovasi, dan peningkatan mutu layanan publik di lapangan. Untuk itu, setiap proyek perubahan yang digagas ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

 “Proyek perubahan tetap butuh inovasi dan kreativitas yang luar biasa. Ada ruang di mana adaptasi kita dibutuhkan. Maka sebetulnya equilibrium dynamic, yaitu dinamika di mana kita harus membangun keseimbangan-keseimbangan baru,” ujar Khofifah.

 Ia menambahkan, setiap proyek perubahan pada dasarnya harus responsif dan adaptif terhadap berbagai dinamika geopolitik, mulai dari tingkat lokal, regional, nasional, hingga global.

 Guna merealisasikan pelayanan publik yang adaptif dan bermutu tersebut, Khofifah menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, proyek perubahan yang ideal tidak mungkin dieksekusi secara individual.

Berita Terkait :  Kejati Jatim Selamatkan Uang Negara Ratusan Miliar dari Perkara Korupsi 2024

 “Kita perlu bersama-sama membangun penguatan dan sinergi kolaborasi dari semua elemen strategis di negeri ini, apa pun instansinya. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci sukses hari ini,” tegasnya.

 Senada dengan hal itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menegaskan bahwa penutupan pelatihan merupakan awal pembuktian kepemimpinan ASN dalam memberikan dampak nyata di lingkungan kerja masing-masing.

 “BPSDM atau lembaga pelatihan apa pun bukan satu-satunya jawaban untuk semua masalah bangsa. Kawah candradimuka yang sebenarnya adalah tempat kerja Bapak dan Ibu sekalian,” tutur Tri Widodo.

 Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) serta pin Pemimpin Perubahan kepada 52 peserta PKN Tingkat II Angkatan XI. Acara turut dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik program PKN dan PKP. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!