Pasuruan, Bhirawa – Sejarah baru sepak bola Pasuruan resmi tercipta di tanah Mataram. Pasuruan United menuntaskan dahaga gelar sekaligus menasbihkan diri sebagai raja baru kasta terbawah sepak bola nasional setelah sukses merengkuh trofi juara Liga 4 Piala Presiden 2026.
Kepastian tersebut didapat usai Laskar Santri Mbeling, julukan Pasuruan United menumbangkan perlawanan sengit Pesik Kuningan dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang menguras emosi di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (11/7) malam.
Gol semata wayang penentu kejayaan Pasuruan United dilesakkan oleh sang striker andalan, Racksa Surya, sepuluh menit jelang bubaran.
Gol di menit ke-80 tersebut tidak hanya mengunci trofi juara bergengsi ke tanah Pasuruan, namun juga menyempurnakan langkah fantastis mereka yang sebelumnya telah memastikan tiket promosi menuju Liga 3 Nusantara musim depan.
Jalannya laga puncak kemarin berlangsung ketat dan bertensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim langsung memeragakan skema jual beli serangan. Pesik Kuningan berkali-kali meneror pertahanan Pasuruan United melalui tusukan cepat dari sektor sayap.
Namun, barisan belakang Laskar Santri Mbeling tampil sangat disiplin dan solid di bawah komando taktik pelatih kepala Bio Paulin. Sebaliknya, Pasuruan United juga menebar ancaman lewat transisi serangan balik cepat, meski hingga turun minum papan skor tetap kacamata 0-0.
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan justru semakin memanas. Jual beli serangan silih berganti terjadi di jantung pertahanan masing-masing tim. Publik di stadion sempat memprediksi laga bakal berlanjut hingga babak tambahan waktu (extra time) karena rapatnya pertahanan kedua kesebelasan.
Namun, magis Mandala Krida akhirnya berpihak pada tim asal Jawa Timur. Memanfaatkan momentum kemelut di depan gawang Pesik Kuningan pada menit ke-80, Racksa Surya muncul sebagai pembeda.
Dengan ketenangan tingkat tinggi, ia sukses menyambar bola liar dan merobek jala gawang lawan. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Pasuruan United yang bertahan hingga peluit panjang ditiup wasit.
Keberhasilan bersejarah ini disambut suka cita luar biasa oleh jajaran manajemen. CEO Pasuruan United, Suryono Pane, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas determinasi skuadnya.
“Alhamdulillah, kami bisa membawa pulang trofi Liga 4 Piala Presiden ke Pasuruan. Gelar juara ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan, juga untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Teman-teman pemain sudah membuktikan bahwa Pasuruan United bisa menjadi juara,” ujar Suryono Pane, penuh semangat.
Menariknya, trofi juara ini menjadi kado ulang tahun paling berkesan bagi President Club Pasuruan United, Bayi Aji Handayanto, yang genap merayakan hari lahirnya tepat pada hari ini, Minggu (12/7).
“Dan ini merupakan kado untuk masyarakat Kabupaten Pasuruan yang selalu mendukung kami, sekaligus hadiah ulang tahun untuk Mas Bayi Aji Handayanto. Semoga keberhasilan ini menjadi awal kebangkitan sepak bola Pasuruan,” tambah Suryono Pane
Apresiasi tertinggi juga datang langsung dari orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan. Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo mengungkapkan rasa bangga yang tak terhingga atas pencapaian luar biasa ini.
“Saya ucapkan selamat kepada Pasuruan United sekaligus rasa bangga karena berhasil menjadi juara sekaligus promosi ke Liga 3,” puji Bupati yang akrab disapa Mas Rusdi tersebut.
Untuk menyambut para pahlawan lapangan hijau, Pemkab Pasuruan telah merancang pesta rakyat, pada Minggu (12/7) sore kemarin. Konvoi juara akan diarak mulai dari gerbang perbatasan Kabupaten Pasuruan di Gempol hingga menuju kompleks Perkantoran Pemkab Pasuruan.
Arak-arakan konvoi ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan sekaligus CEO Pasuruan United, HM Shobih Asrori, dan akan disambut langsung oleh Bupati Rusdi Sutejo di garis finis kantor kabupaten.
Mas Rusdi pun mengajak seluruh elemen suporter dan masyarakat Pasuruan untuk turun ke jalan menyambut pahlawan mereka serta terus memberikan doa terbaik agar kiprah Pasuruan United semakin berkibar di kancah nasional. [hil.wwn]


