Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Upaya Pemkot Mojokerto untuk mengentas kemiskinan ekstrem ternyata cukup variatif yang dilakukan. Tidak hanya menyasar generasi muda untuk memiliki skill guna bisa hidup mandiri. Namun kalangan dewasa yang masuk desil 1 hingga 5 juga disasar untuk mengikuti pelatihan keterampilan secara gratis. Sakah sayunya di Kelurahan Gunung Gedangan Kota Mojokerto, 25 keluarga desil 1- 5 dilatih barbershop untuk bekal hidup mandiri, bertempat di Pendopo Kelurahan Gununggedangan, Senin (26/10) siang. Pelatihan tersebut menyasar warga usia produktif 18 hingga 55 tahun. Peserta mendapatkan pembekalan keterampilan pangkas rambut pria, fasilitas peralatan cukur, serta pendampingan dari praktisi profesional.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau pelatihan tersebut mengatakan, usaha pangkas rambut mandiri merupakan salah satu bentuk pekerjaan yang dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat. “Meskipun Saudara sekalian tidak sedang bekerja di sebuah perusahaan, tapi buka barbershop atau cukur pribadi, saudara semua harus mengakui bahwa sudah bekerja. Karena buka cukur pribadi itu juga bagian dari bekerja dan menghasilkan uang,” tuturnya.
Ia juga mendorong peserta untuk melihat peluang usaha mandiri sebagai alternatif dalam memperoleh penghasilan, tanpa harus bergantung pada pekerjaan di perusahaan atau kantor. “Yang kelihatan tidak punya kantor, yang kelihatan tidak ada jam kerjanya, bisa kapan pun dua puluh empat jam bekerja suka-suka dia, itu ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang bahkan jauh lebih besar dibandingkan pekerjaan konvensional. Jadi profesi-profesi ini sudah diakui sebagai jenis pekerjaan,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk merintis usaha pangkas rambut secara mandiri. Pendampingan pascapelatihan juga direncanakan untuk mendukung peserta dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.[min,oky.ca]




