Gresik, Bhirawa — Inovasi semen rendah karbon serta konsistensi SIG dalam menekan emisi mengantarkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas komitmen kuat SIG dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), melalui pengembangan produk bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.
Penghargaan kategori Pasar Modal — Perusahaan Terbuka diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, kepada Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin, di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyampaikan bahwa penghargaan ini semakin menegaskan penerapan prinsip ESG telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis SIG, sekaligus mendorong perusahaan terus menghadirkan solusi bahan bangunan dengan jejak karbon yang semakin rendah.
“Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan keunggulan bersaing untuk kesuksesan perusahaan di masa depan,” ujar Vita.
Salah satu wujud nyata komitmen SIG adalah pengembangan semen hijau, yang diproduksi menggunakan material dan proses lebih ramah lingkungan. Produk semen hijau SIG memiliki emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, dengan tetap memenuhi standar kualitas yang berlaku.
SIG juga terus mempercepat dekarbonisasi proses produksi melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif — mulai dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi bahan bakar turunan (RDF). Sepanjang tahun 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif SIG meningkat 24 persen menjadi 681 ribu ton, setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton, serta mendorong tingkat substitusi panas (TSR) mencapai 9,77 persen. Secara keseluruhan, SIG berhasil menekan intensitas emisi karbon hingga 21 persen.
“Untuk memastikan penerapan ESG berjalan konsisten, SIG memiliki Peta Jalan Keberlanjutan 2030 sebagai acuan strategi, indikator, dan target. Penerapannya juga dikawal melalui Komite Keberlanjutan agar aspek keberlanjutan terintegrasi sepenuhnya dalam pengelolaan bisnis perusahaan,” ungkap Vita.
Ditambahkan, penghargaan ini sekaligus memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan yang dikembangkan Yayasan KEHATI. Sejak meluncurkan Indeks SRI-KEHATI bersama Bursa Efek Indonesia pada 2009, KEHATI terus mengembangkan instrumen investasi berbasis ESG — termasuk Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI — yang diharapkan memperkuat kontribusi perusahaan-perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. [kim.kt]


