Bojonegoro, Bhirawa – SMK Negeri Kasiman menjadi tuan rumah Sosialisasi Karier Internasional: Peluang Kerja di Jepang yang digelar bersama Alfi Study Center, Kamis (23/7).
Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkenalkan peluang kerja di luar negeri sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga pelatihan dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.
Sosialisasi dihadiri Forkopimcam Kasiman, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro, Pengawas SMK, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Ketua Komite SMKN Kasiman, serta kepala SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Bojonegoro bersama pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK).
Kepala SMKN Kasiman, Eko Ratmianto, mengatakan pihaknya menyambut baik kepercayaan yang diberikan Alfi Study Center untuk menggelar kegiatan tersebut di SMKN Kasiman. Menurutnya, sosialisasi ini menjadi langkah penting dalam membuka wawasan peserta didik mengenai peluang berkarier di luar negeri, khususnya Jepang.
“Alfi Study Center akan menjadi mitra bagi sekolah untuk menjembatani lulusan maupun alumni yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Karena itu kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai agar informasi yang diperoleh bisa diteruskan kepada siswa,” ujarnya.
Founder Alfi Study Center, Hj. Mitro Atin, menjelaskan lembaganya tidak hanya berfokus pada penyaluran tenaga kerja, tetapi juga mempersiapkan calon pekerja melalui pelatihan karakter, budaya, dan kemampuan bahasa Jepang. Menurutnya, bekal tersebut menjadi faktor penting agar lulusan mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja internasional.
Ia mengatakan Alfi Study Center yang berdiri sekitar satu tahun lalu kini telah memiliki pusat pelatihan beserta asrama di Kecamatan Sukosewu. Lembaga tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan mitra di Jepang dan memberangkatkan angkatan perdana sebanyak 20 peserta.
“Saat ini peluang kerja yang tersedia cukup beragam, mulai sektor peternakan, perikanan hingga bidang lainnya. Kami berharap dapat berkolaborasi dengan SMA dan SMK di Bojonegoro agar semakin banyak lulusan yang memiliki kesempatan bekerja di Jepang,” kata Mitro Atin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, menilai kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan lembaga pelatihan merupakan langkah strategis dalam memperluas akses kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Menurutnya, peluang bekerja di luar negeri perlu diimbangi dengan pembekalan kompetensi, terutama penguasaan bahasa asing dan kesiapan kerja. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar lulusan SMK maupun SMA memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja internasional.
“Pengangguran tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah daerah, Cabang Dinas Pendidikan, sekolah, dan lembaga pelatihan harus berjalan bersama agar semakin banyak lulusan yang memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensinya,” pungkasnya. [bas.kt]


