27 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

Situbondo Sabet Penghargaan Best Trade Promotion APKASI Otonomi Expo 2026, UMKM dan Produk Lokal Jadi Andalan

Situbondo, Bhirawa – “Mangga Situbondo, silakan dicoba. Mari-mari, silakan dicoba ini mangga asli Situbondo.” Begitulah suara Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo terdengar di tengah ramainya pembukaan APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Tak sekadar berdiri di balik stan, Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu memilih turun langsung menawarkan produk unggulan daerah kepada para pengunjung. Mangga Situbondo menjadi salah satu produk yang diperkenalkan dengan cara yang sederhana, tetapi langsung menyasar calon konsumen.

Pengunjung yang datang pun diajak mencicipi. Ketika mengetahui salah seorang pengunjung berasal dari Manado, Mas Rio kembali memperkenalkan mangga Situbondo.

“Eh Manado. Ini mangga Situbondo, silakan dicoba,” ujar Mas Rio.

Dari mangga, Mas Rio kemudian membawa percakapan kepada identitas daerah. Ia menanyakan kepada pengunjung apakah mengenal Panarukan.

“Tahu Panarukan enggak?” tanyanya.

Pertanyaan itu menjadi pintu masuk bagi Mas Rio untuk menceritakan kepingan sejarah Situbondo. Ketika ada pengunjung yang belum mengetahui secara tepat lokasi Panarukan, Rio menjelaskan bahwa Panarukan berada di Jawa Timur dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari Situbondo. “Dulu namanya Panarukan, berubah jadi Situbondo,” ujarnya.

Momentum itu semakin menarik ketika Mas Rio mengajak Wakil Menteri yang berada di lokasi untuk ikut mencicipi mangga yang telah dipotong. “Coba dulu, Pak Wamen. Ini mangga Situbondo,” katanya.

Berita Terkait :  Sinergi Hulu-Hilir Diperkuat, PGN SOR III Kunjungi Lapangan Gas JTB

Cara Mas Rio mempromosikan daerah tersebut menggambarkan Situbondo tidak cukup hanya dengan memajang produk di stan. Produk harus dikenalkan, dicicipkan, sekaligus diceritakan agar pengunjung memahami daerah asalnya.

Semangat promosi itulah yang kemudian dinilai baik dan penuh totalitas itu mengantarkan Situbondo meraih Best Trade Promotion Category dalam AOE 2026 pada Sabtu (29/8/2026).

Penghargaan itu menjadi pengakuan terhadap upaya Situbondo dalam mempromosikan potensi perdagangan dan produk unggulan daerah di ajang berskala nasional.

Bagi Bupati Rio, penghargaan tersebut bukan sekadar trofi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi bentuk penghormatan sekaligus dorongan agar promosi potensi Situbondo terus dilakukan.

“Terima kasih atas penghargaannya kepada APKASI Expo. Kita memenangkan kategori Best Trade Promotion Category,” kata Mas Rio.

Menurut Mas Rio, Situbondo memiliki kekuatan besar sebagai daerah yang ditopang sektor UMKM. Karena itu, produk lokal harus terus diperkenalkan agar tidak hanya dikenal masyarakat Situbondo, tetapi juga memiliki daya jangkau pasar yang lebih luas.

“Bagi saya ini satu penghormatan dan penghargaan, karena bagaimanapun kita harus bekerja keras untuk mengenalkan Situbondo, mengenalkan produk Situbondo. Situbondo adalah kabupaten UMKM,” ujarnya.

Selain itu, kata Mas Rio, promosi Situbondo juga bukan hanya soal menjual produk. Ada cerita besar mengenai sejarah daerah yang ingin kembali dihidupkan.

Panarukan dan Besuki merupakan bagian dari kepingan sejarah penting yang dapat menjadi kekuatan identitas sekaligus promosi Kabupaten Situbondo.

Berita Terkait :  BPJS Ketenagakerjaan Beri Perlindungan Maksimal Pemain Liga Futsal Tuban

“Sejarah Situbondo dengan Panarukan dan Besuki yang luar biasa besar itu yang mau kita kembangkan lagi,” katanya.

Mas Rio ingin masyarakat Indonesia kembali mengingat bahwa di ujung timur Pulau Jawa terdapat sebuah daerah yang pernah memiliki posisi penting dalam jalur perdagangan.

“Me-recalling memori masyarakat Indonesia bahwa ada loh di ujung timur Pulau Jawa ini, sebuah kabupaten yang melintasi Jalan Pantura pernah berjaya menjadi pelabuhan terbesar bernama Panarukan,” ujarnya.

Di tengah upaya menghidupkan kembali sejarah tersebut, Situbondo juga membawa kekayaan produk lokal. Mangga, kopi, gula tebu, tembakau, hingga rengginang menjadi bagian dari potensi yang ditawarkan kepada pasar nasional.

“Dengan segala produk lokal yang kita punya, mulai dari mangga, kopi, gula tebu, tembakau, serta rengginang, dan banyak sekali,” kata Mas Rio.

Oleh karena itu, Mas Rio menilai promosi harus dilakukan secara aktif. Pemerintah daerah tidak hanya menjadi fasilitator, tetapi juga perlu turun langsung memperkenalkan potensi yang dimiliki.

“Nah, itu kenapa saya sampai harus mempromosikan sendiri. Terima kasih untuk semuanya,” pungkasnya.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!