27 C
Sidoarjo
Monday, August 31, 2026
spot_img

O-Week UC Bekali Maba Pemetaan Kekuatan Diri dan Pengalaman Industri


Surabaya, Bhirawa – Universitas Ciputra (UC) Surabaya memperkuat kesiapan kerja mahasiswa sejak awal perkuliahan. Kampus tersebut menargetkan tingkat pengangguran lulusan UC dapat ditekan hingga nol melalui penguatan kompetensi, pengalaman industri, kewirausahaan, dan keberlanjutan bisnis keluarga. Salah satu upaya tersebut yakni membekali mahasiswa baru dengan pemahaman dunia kerja dan pemetaan potensi diri sejak awal perkuliahan melalui rangkaian Orientation Week (O-Week) 2026.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kesiapan Kerja, dan Kolaborasi Industri Universitas Ciputra, Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata mengatakan kesiapan memasuki dunia profesional tidak seharusnya baru dibangun ketika mahasiswa mendekati kelulusan.

Menurutnya, mahasiswa perlu sejak awal memahami kekuatan diri, mengenal dunia industri, serta melihat berbagai peluang karier dan bisnis yang dapat dikembangkan selama masa perkuliahan.

“Bagi kami, pendidikan tinggi bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan studi dan memperoleh gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka menemukan potensinya, mengembangkan kompetensi yang relevan, serta memiliki kesiapan menghadapi perubahan dunia profesional,” ujarnya.

Prof Tria menjelaskan, UC menyiapkan tiga jalur sukses bagi mahasiswa setelah lulus. Pertama, memasuki dunia industri melalui kesiapan kerja dan pengalaman magang. Kedua, membangun startup atau usaha sendiri. Ketiga, melanjutkan dan mengembangkan bisnis keluarga.

“Tidak semua orang punya bisnis keluarga, tidak semua orang bisa startup. Karena itu, kita punya tugas besar mempersiapkan mereka untuk bisa masuk ke industri,” katanya.

Untuk memperkuat kesiapan kerja, UC mendorong mahasiswa mendapatkan pengalaman magang dalam waktu yang lebih panjang. Tidak hanya dua atau tiga bulan, tetapi jika memungkinkan selama satu hingga dua semester.

UC juga mengembangkan program get hired before graduation, yang mendorong mahasiswa memperoleh pekerjaan bahkan sebelum resmi menyandang gelar sarjana. “Kalau bisa sebelum Anda wisuda itu sudah dapat gawean, sudah dapat kerja. Jadi ini kita coba dorong,” tutur Trianggoro.

Berita Terkait :  KPU Kota Madiun dan Bawaslu Ajak Gen Z Melek Literasi Pilkada

Ia menambahkan, tantangan kesiapan kerja generasi muda semakin besar seiring perubahan industri dan munculnya berbagai jenis profesi baru. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membaca perubahan dan menyesuaikan kompetensinya dengan kebutuhan dunia profesional.

Semangat tersebut juga tercermin dalam tema Magnify yang diusung dalam O-Week 2026 UC. Prof Tria menjelaskan, Magnify dimaknai sebagai upaya memperbesar kekuatan, potensi, dan dampak yang dimiliki mahasiswa.

Salah satu bentuknya diperkenalkan melalui sesi bersama kreator konten Edho Zell. Menurut Trianggoro, Edho Zell dipilih karena perjalanan kariernya menunjukkan bagaimana konten dapat digunakan untuk memperluas dampak dan membuka peluang bisnis. “Magnify itu seperti memperbesar pengaruh. Ketika ada konten, dampaknya bisa menjadi lebih luas,” jelasnya.

Ia mencontohkan figur dokter yang membagikan pengetahuan melalui konten digital. Jika pengetahuan tersebut hanya disampaikan kepada orang-orang di lingkungan terdekat, manfaatnya terbatas. Namun, ketika dikemas menjadi konten, informasi tersebut dapat menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas.

Edho Zell sendiri saat ini banyak bergerak dalam pengembangan konten yang membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperluas pemasaran produknya.

Menurut Tria, kemampuan membuat konten menjadi salah satu kompetensi yang semakin penting di era creator economy. Konten tidak lagi sebatas hiburan, tetapi dapat menjadi sarana membangun personal branding, memperluas pasar, hingga menciptakan peluang usaha.

“Pelaku UMKM kadang sudah fokus mengembangkan produknya, tetapi tidak semuanya punya pengalaman membuat konten. Akhirnya penjualannya begitu-begitu saja. Di sinilah konten bisa membantu memperbesar dampak,” katanya.

Berita Terkait :  2.025 Penari Pecahkan Rekor MURI di Bojonegoro

Upaya tersebut sejalan dengan target UC untuk memastikan lulusannya memiliki aktivitas produktif setelah menyelesaikan pendidikan. Trianggoro menyebut, berdasarkan tracer study, tingkat lulusan yang telah mendapatkan pekerjaan, membangun usaha sendiri, atau melanjutkan bisnis keluarga berada di kisaran 90 persen.

Data tersebut dihitung sekitar tiga bulan setelah mahasiswa menjalani yudisium. UC menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga mendekati 100 persen. “Kami kepengin banget nilai pengangguran lulusan Ciputra itu nol. Unemployment-nya kita kepengin nol, sebisa mungkin,” tegasnya.

Trianggoro mengatakan UC kini memasuki tahun ke-20 sejak berdiri pada 2006. Dalam perjalanan tersebut, kampus terus memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

“Indikator keberhasilan itu dalam satu tahun mereka sudah mendapatkan pekerjaan, mendirikan usaha sendiri, atau melanjutkan bisnis keluarga. Kami berharap angkanya terus naik dan kalau bisa 100 persen,” pungkasnya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Pelaksana O-Week 2026 Universitas Ciputra, Louisa Christina Hartanto, mengatakan terdapat dua hal penting yang diterapkan dalam O-Week, yakni industry visit dan strength-based competency mapping. Industry Visit sendiri telah berlangsung pada 24-27 Agustus 2026.

“Industry visit membuat adik-adik yang sebelumnya di level SMA terbiasa dengan pembelajaran di dalam kelas, kemudian diberi kesempatan melihat bagaimana situasi di industri dan perusahaan. Mereka juga berkenalan langsung dengan para praktisi,” ujar Louisa.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa setelah lulus nanti mereka harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Melalui industry visit, mahasiswa baru mengunjungi perusahaan dan institusi yang relevan dengan bidang studi masing-masing. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung lingkungan profesional yang nantinya akan mereka masuki.

Berita Terkait :  SMP Ponpes Almiftah Modern Mojopuro Wetan Raih Prestasi

“Dengan begitu, mereka sudah langsung terpapar bahwa nanti kalau saya lulus, saya harus bersiap sesuai dengan yang dibutuhkan oleh industri,” katanya.

Selain mengenalkan dunia industri, UC juga membekali mahasiswa dengan strength-based competency mapping. Louisa menjelaskan, pemetaan tersebut dilakukan untuk membantu mahasiswa mengenali bakat dan kekuatan yang dimiliki masing-masing individu.

“Kami mewajibkan semua mahasiswa baru untuk mengikuti tes strength 30. Dari 30 kekuatan atau bakat mereka, kita tahu kita harus mengarahkan mereka ke mana,” jelasnya.

Menurut Louisa, setiap mahasiswa memiliki kekuatan yang berbeda. Ada mahasiswa yang kuat dalam ideasi dan menghasilkan berbagai gagasan, sementara mahasiswa lainnya memiliki kemampuan eksekusi yang lebih menonjol.

Karena itu, pemetaan kekuatan tersebut tidak hanya bertujuan mengetahui kelebihan mahasiswa, tetapi juga membantu mereka mengenali kelemahan yang perlu dikembangkan. “Bukan hanya tahu kekuatan, tetapi mereka juga tahu kelemahannya supaya bisa menutup dan mengembangkan diri sehingga kelemahan mereka semakin mengecil,” ujarnya.

Hasil pemetaan kekuatan tersebut kemudian diarahkan sesuai dengan minat dan tujuan karier mahasiswa. Hal itu juga dikaitkan dengan dream company atau industri yang ingin mereka masuki setelah menyelesaikan pendidikan.

Selain penguatan kompetensi dan kewirausahaan, rangkaian O-Week 2026 juga memasukkan kegiatan yang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa diajak menerapkan pemilahan sampah selama kegiatan berlangsung. Sampah dari konsumsi makanan dan minuman dipilah menjadi sampah organik, anorganik, dan residu.

UC juga bekerja sama dengan Garda Pangan dan Food Plus untuk menyalurkan makanan yang masih layak kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara minyak jelantah yang terkumpul akan ditampung untuk kemudian diolah kembali. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!