Surabaya, Bhirawa
Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan Diklatsar bagi Calon Tenaga Kependidikan Tetap Gelombang 1 dan 2 Tahun 2026 di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan.
Kegiatan menjadi upaya Unesa meningkatkan pemahaman pegawai terhadap tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab sesuai dengan jabatan yang diemban, diklatsar tersebut merupakan yang pertama kali digelar Unesa bagi calon tenaga kependidikan tetap atau TKT, Kamis (18/6).
Rektor Unesa, Nurhasan mengatakan bahwa diklat merupakan persyaratan wajib yang harus diikuti peserta sebelum diangkat penuh. “Meminta jajaran terkait untuk menyelenggarakan klinik bahasa serta workshop pemanfaatan AI guna meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan,” katanya.
Cak hasan sapaan akrabnya berharap memahami berbagai aspek dan aktivitas yang ada di Unesa, serta tenaga kependidikan juga mampu beradaptasi di tengah dinamika dan ketidakpastian global.
Direktur (SDM) Unesa, Mohamad Sulton Arifin menjelaskan kegiatan diikuti oleh 118 peserta yang beralih status dari tenaga kerja waktu tertentu (TKWT) menjadi TKT, diharapkan kegiatan ini menghasilkan SDM Unesa yang unggul, profesional, dan berintegritas.
“Selalu memperhatikan dan menyimak baik-baik materi yang disampaikan selama kegiatan, bagi peserta atau pegawai selalu meningkatkan kedisiplinan, dan mematuhi berbagai aturan di lingkungan kerjanya masing-masing,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha, Bachtiar Syaiful Bachri menambahkan penguatan kapasitas tenaga kependidikan harus terus dilakukan supaya mampu menjawab kebutuhan dan dinamika yang terus berkembang.
“Unesa terus bertransformasi menuju kampus bertaraf dunia atau world class university, transformasi tersebut didukung perubahan cara pandang dan cara kerja sumber daya manusia lembaga dalam hal ini dosen dan tendik,” ujarnya.
Bachri menekankan kekayaan lembaga bukan pada aset yang banyak, unit usaha yang banyak, atau pada pendapatan yang banyak, tetapi kekayaan lembaga ada pada sumber daya manusianya. [ren.wwn]


