Kepala BPS, Sekda dan Bupati Nganjuk menghadiri Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Senin (15/6) pagi.
Pemkab Nganjuk, Bhirawa.
Komitmen kuat untuk menyajikan basis data ekonomi yang akurat dan berkualitas demi pembangunan daerah resmi dimulai di Kabupaten Nganjuk. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk menggelar Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Senin pagi (15/6), sebagai penanda kesiapan penuh para petugas lapangan sebelum terjun langsung ke masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1.200 orang petugas pencacah sensus telah dinyatakan siap dan akan segera diterjunkan ke 20 kecamatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan apel yang berlangsung khidmat di bawah rindangnya pepohonan Alun-alun ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen. Kehadiran orang nomor satu di Pemkab Nganjuk dengan seragam dinas cokelat (PDH) di tengah-tengah ratusan perwakilan petugas, memberikan suntikan motivasi moral yang besar bagi para pejuang data.
Usai apel, suasana kebersamaan dan optimisme begitu terasa saat para petugas yang kompak mengenakan rompi hitam kombinasi putih-oranye melakukan sesi foto bersama Bupati Marhaen dan Kepala BPS Nganjuk, Wahyu Purnamahadi. Mereka secara serempak membentuk simbol formasi tangan segitiga sebagai lambang sinergi pilar ekonomi yang kokoh.

Kepala BPS memberikan pengarahan
Bupati Nganjuk, Marhaen, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan instrumen krusial dalam pembangunan daerah. Data yang dihasilkan dari sensus ini nantinya akan menjadi kompas utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh. Kita berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar di Kabupaten Nganjuk, dapat menyambut para petugas dengan tangan terbuka dan memberikan data yang jujur serta akurat,” tutur Bupati Marhaen.
Langkah BPS Nganjuk ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak jauh-jauh hari melalui sosialisasi ke berbagai instansi strategis, salah satunya ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Nganjuk guna memastikan peta usaha mikro lokal terdokumentasi dengan baik.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nganjuk, Wahyu Purnamahadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan SE2026 ini merupakan amanat Undang-Undang yang digelar secara periodik setiap 10 tahun sekali, tepatnya pada tahun yang berakhiran angka 6. Tahun 2026 ini menandai pelaksanaan Sensus Ekonomi yang kelima kalinya di Indonesia.
“Apel siaga ini esensinya adalah untuk meningkatkan motivasi dan kesadaran (awareness) dari seluruh petugas lapangan. Kami ingin memastikan mereka siap melaksanakan pendataan dengan sebaik-baiknya,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi usai upacara siaga.
Wahyu menambahkan, cakupan SE2026 kali ini sangat luas karena akan memotret seluruh skala usaha, mulai dari usaha kecil, menengah, hingga besar. Tidak hanya itu, dengan kekuatan 1.200 personil, petugas juga akan melakukan penyisiran secara door-to-door ke seluruh rumah tangga di 20 kecamatan untuk menjaring aktivitas usaha rumahan (home industry) yang selama ini belum terpetakan.

Peserta apel siaga sensus ekonomi 2026.
“Harapan kami tentu data yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan mencerminkan kondisi lapangan yang sesungguhnya. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun kebijakan serta program yang betul-betul tepat sasaran bagi masyarakat,” pungkas Wahyu.
Melalui pendekatan yang humanis dan sinergi kuat antara Pemkab Nganjuk, BPS, serta masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan roadmap baru bagi kebangkitan ekonomi lokal Nganjuk yang lebih mandiri dan kompetitif berbasis data yang valid. [ira.hel].


