Kabupaten Blitar, Bhirawa
Mulai dari korsleting hingga obat nyamuk bakar, dudah ada tujuh kasus kebakaran terjadi di Kabupaten Blitar dalam kurun waktu sembilan hari. Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, mengatakan sejumlah rentetan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Blitar sejak awal Juni 2026, bahkan dalam kurun waktu sembilan hari terhitung sejak tanggal 1 hingga 9 Juni 2026 ada tujuh peristiwa kebakaran rumah maupun toko telah ditangani petugas.
“Beragam penyebab diduga menjadi pemicu kebakaran, mulai dari korsleting listrik hingga kelalaian penggunaan obat nyamuk bakar. Meski tidak seluruhnya menimbulkan korban jiwa, sejumlah kejadian menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit,” kata Kasi Pemadam, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo.
Lanjut Tedy, tingginya angka kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius dan harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. “Untuk itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan pengecekan kondisi rumah sebelum ditinggalkan maupun sebelum beristirahat,” terang Tedy.
Selain itu dikatakannya sebagian besar kebakaran dipicu oleh hal-hal yang sebenarnya dapat dicegah, mulai dari instalasi listrik yang bermasalah, peralatan elektronik yang tetap terhubung dengan listrik, hingga sumber api yang tidak dipastikan padam sepenuhnya.
“Beberapa kejadian yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di antaranya kebakaran rumah yang diduga dipicu korsleting listrik, serta kebakaran toko di Kecamatan Garum yang diduga berawal dari bara obat nyamuk bakar yang menyambar tumpukan kardus bekas,” jelasnya.
Sehingga Tedy Kembali mengingatkan masyarakat untuk membiasakan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum meninggalkan rumah, karena langkah tersebut dinilai sangat penting untuk meminimalkan risiko kebakaran.
“Kami meminta pastikan alat-alat listrik yang tidak digunakan sudah dimatikan atau dicabut dari stop kontak, dan juga periksa kompor, teko listrik, obat nyamuk bakar, maupun sumber panas lainnya, karena meskipun terlihat sepele justru menjadi penyebab musibah kebakaran,” himbaunya.
Tambah Tedy, pihaknya berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan rumah dan lingkungan sekitar, karena dengan kewaspadaan yang lebih tinggi, kejadian kebakaran yang merugikan dapat dicegah sedini mungkin.[htn.ca]


