30 C
Sidoarjo
Wednesday, June 3, 2026
spot_img

SAR Evakuasi Pendaki Terperosok Jurang Gunung Semeru

Malang, Bhirawa

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan proses evakuasi terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terperosok ke area jurang di jalur pendakian Gunung Semeru di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit melalui keterangan diterima di Malang, Rabu, menyampaikan identitas awal pendaki diketahui bernama Cakra (18).

“Proses evakuasi terhadap survivor oleh tim SAR gabungan masih berlangsung,” katanya.

Dia menyampaikan dari hasil koordinasi dengan jajaran terkait mendapati bahwa sudah ada dua tim diberangkatkan ke lokasi kejadian.

“Korban mengalami dislokasi dan memerlukan bantuan evakuasi, tim tambahan sudah diberangkatkan pukul 07.00 WIB dan membutuhkan waktu perjalan delapan jam dari posko sampai tiba di lokasi survivor,” ucapnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan pendaki tersebut diketahui melakukan pendakian melalui akses tidak resmi dari jalur Candi Jawar Purbakala di Ampelgading, Sabtu (30/5).

“Jalur yang digunakan bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola oleh Balai Besar TNBTS, hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup sehubungan dengan aktivitas vulkanologi,” katanya.

Berdasarkan keterangan sementara dari Balai Besar TNBTS menyebutkan, informasi soal kecelakaan pendakian itu muncul pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu korban sempat memberikan kabar kepada orang tuanya tentang kondisi yang membutuhkan pertolongan karena terjatuh di lereng Gunung Semeru. Dia juga mengirimkan titik koordinat lokasi sebelum komunikasi terputus.

Berita Terkait :  Penyuluhan Polres di MAN 2 Probolinggo, Pelajar Didorong Bijak Bermedsos

Keluarga korban selanjutnya berkoordinasi dengan Koramil Tirtoyudo dan Koramil Ampelgading untuk melakukan upaya pencarian kepada korban.

“Pada 1 Juni 2026, pukul 22.00 WIB, ayah korban bersama enam warga menuju ke lokasi (melakukan pencarian),” ucapnya.

Keberadaan korban berhasil ditemukan pada Selasa (2/6), sekitar pukul 10.00 WIB, tetapi proses evakuasi mengalami kendala faktor medan terjal, curam, dan minim akses.

“Korban mulai dibawa turun menuju posko evakuasi, tenaga kesehatan dan ambulans sudah disiagakan. Kami terus memantau perkembangan situasi penanganan,” kata dia. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!