29 C
Sidoarjo
Thursday, September 17, 2026
spot_img

FFS Nasional Smekdor 2026 Buka Kategori Film Pendek Berbasis AI


Surabaya, Bhirawa – Festival Film Surabaya (FFS) tingkat Nasional kembali digelar SMK Dr Soetomo (Smekdor) Surabaya. Memasuki pelaksanaan ke-8, ajang kompetisi karya sineas muda ini menghadirkan kategori baru, yakni lomba film pendek berbasis Artificial Intelligence (AI). Pendaftaran dibuka mulai 11 September – 10 November 2026 melalui laman Https://bit.ly/FORM_PENDAFTARAN_KARYA_FFS2026.

Kepala SMK Dr Soetomo Surabaya, Juliantono Hadi, mengatakan, FFS merupakan agenda tahunan yang telah digelar sejak 2019. Namun, kegiatan tersebut sempat terhenti pada 2020 akibat pandemi Covid-19. “Ini event tahunan sejak 2019. Tahun ini merupakan pelaksanaan ke-8,” ujar Juliantono, Kamis (17/9).

Ia menjelaskan, FFS digelar untuk mewadahi kreativitas pelajar sekaligus memperkenalkan dunia perfilman di lingkungan pendidikan. Menurutnya, festival tersebut memiliki keunikan karena peserta dari luar daerah diundang dan difasilitasi akomodasinya. “Di Surabaya hampir belum ada festival film yang concern di dunia pendidikan. Kami mengutamakan karya siswa,” katanya.

Menurut Anton sapaan akrabnya, FFS tahun ini menjadi momentum untuk mengakomodasi perkembangan teknologi dalam industri kreatif. Ia berharap festival tersebut dapat menggerakkan dunia seni fotografi dan perfilman, mendorong eksistensi siswa, serta menjadikan Smekdor sebagai barometer sekolah perfilman. “Ini festival film AI pertama di Indonesia,” ujarnya.

Hadiah Rp20 Juta
Sementara itu, Guru Produksi Film Smekdor, Sol Amrida, menjelaskan, FFS Nasional 2026 membuka empat kategori kompetisi. Kategori tersebut meliputi film fiksi pendek pelajar, film dokumenter pendek pelajar, film pendek mahasiswa/umum, serta film fiksi berbasis AI. “Pendaftaran gratis. Karya peserta akan dikurasi terlebih dahulu, kemudian dinilai oleh juri nasional,” kata Sol.

Berita Terkait :  Pemkot Batu Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi Peningkatan Kualitas SDM Pelajar

Ia menyebut, peserta kompetisi terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Untuk kategori pelajar, durasi film yang dilombakan berkisar 5-15 menit, sedangkan kategori mahasiswa/umum maksimal 25 menit. Karya yang didaftarkan merupakan film produksi 2025 atau 2026.

Tahun ini, kata Sol Amrida, FFS Nasional 2026 mengusung tema “Berakit-rakit ke Hulu, Berlayar Menuju Layar Baru” dengan subtema “Suara Generasi, Cerita Masa Kini”. Tema tersebut dimaknai sebagai upaya menyambut perkembangan teknologi, termasuk AI sebagai medium baru dalam berkarya.

Sol mengatakan, penambahan kategori film AI dilatarbelakangi perkembangan pemanfaatan teknologi tersebut dalam produksi film. Terlebih, telah terdapat film layar lebar berdurasi sekitar 90 menit yang diproduksi menggunakan AI dan mendapat apresiasi. “Ini sikap kami untuk mengakomodasi perkembangan teknologi,” ujarnya.

Selain menjadi ruang apresiasi karya, FFS juga menjadi sarana promosi jurusan perfilman yang dimiliki Smekdor. Saat ini, jurusan tersebut memiliki 33 siswa. Sejumlah siswa kelas XII bahkan mulai memproduksi film pendek sebagai bagian dari tugas akhir. “Mereka sudah berpikir seperti production house dan akan membuat karya sendiri,” jelasnya.

Anton menambahkan, minat terhadap jurusan perfilman di Smekdor tahun ini cukup tinggi. Sementara itu, sejumlah alumninya telah bekerja di production house di Yogyakarta dan Jakarta, menjadi konten kreator, bekerja di rental shooting, serta melanjutkan kuliah di bidang perfilman.

Berita Terkait :  Kemenag Dorong Penguatan Sains dan Riset Generasi Muda Dengan OMI 2026

Terkait kategori film berbasis AI, ia menyebut pembelajaran teknologi tersebut di Smekdor masih dalam tahap penjajakan. Pemanfaatan AI saat ini lebih diarahkan untuk mencari dan mengembangkan ide, sedangkan proses produksi karya masih dilakukan secara manual. “Kalau menggunakan AI, siswa harus memahami istilah-istilahnya. Prompt yang dibuat juga harus jelas,” ungkapnya.

Rangkaian FFS Nasional 2026 sendiri meliputi pendaftaran pada 11 September hingga 10 November 2026, proses kurasi pada 15 November, serta festival dan malam penganugerahan pada 22-23 Desember 2026.

Selain kompetisi, kegiatan juga akan diisi seminar, workshop, dan diskusi perfilman. Penjurian melibatkan sineas nasional dari berbagai bidang, seperti sutradara, editor, serta praktisi perfilman. Sementara itu, proses kurasi dilakukan kurator independen yang memahami ekosistem perfilman dan memiliki pengalaman sebagai kritikus film maupun praktisi lokal.

Hingga saat ini, panitia mencatat sekitar 33 karya telah masuk dari seluruh kategori. Total hadiah yang disiapkan dalam FFS Nasional 2026 mencapai Rp20 juta. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!