BPBD Jatim, Bhirawa. – PKBM Budi Utama menggelar outing class dengan mengunjungi Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) BPBD Jawa Timur, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini untuk mengenalkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana kepada siswa.
Ketua PKBM Budi Utama, Imam Rochani, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan teori. Siswa juga diajak melihat dan mempraktikkan langsung penanganan saat bencana.
Dalam kegiatan itu, siswa mendapat materi tentang berbagai potensi bencana di Jawa Timur. Mereka juga mencoba Simulator Gempa untuk mempraktikkan cara menyelamatkan diri.
Imam mengatakan sebagian siswa baru pertama kali mengikuti pembelajaran di lapangan. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesiapan menghadapi kondisi darurat.
“Dengan pelatihan seperti ini, kita sudah membekali anak-anak. Jika terjadi gempa, mereka sudah siap dan paham penanganan tanggap daruratnya,” ujar Imam.
Menurut Imam, pembelajaran luar kelas menjadi bagian dari program PKBM Budi Utama. Ke depan, kegiatan serupa akan dikembangkan untuk menambah pengetahuan praktis siswa.
Sementara itu, Operator Tenpina BPBD Jatim, Ghalib, mengatakan Tenpina menjadi sarana edukasi dasar kebencanaan. Materinya meliputi pengenalan bencana, tanggap darurat, dan penyelamatan diri.
Ghalib menjelaskan siswa mendapat materi mengenai 14 ancaman bencana di Jawa Timur. Setelah itu, mereka mengikuti literasi dan melihat langsung berbagai fasilitas edukasi di Tenpina.
Ia mengapresiasi konsep pembelajaran PKBM Budi Utama yang menggabungkan edukasi dan pengalaman langsung. Menurutnya, cara tersebut membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran.
Salah satu wali murid, Sisilia Theo, mengatakan anak-anak terlihat antusias sejak tiba di lokasi. Ia juga mengaku mendapat pengetahuan baru, termasuk pentingnya menyiapkan tas siaga bencana di rumah.
Sisilia menilai simulator gempa menjadi salah satu kegiatan yang menarik bagi siswa dan orang tua. “Di simulator gempa, kita juga bisa merasakan langsung rasanya gempa, ini yang paling seru,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak warga Surabaya memanfaatkan fasilitas pembelajaran kebencanaan tersebut. Menurutnya, edukasi di Tenpina memberikan pengalaman langsung tentang bencana, keselamatan, dan pertolongan pertama. [rac.kt]


