32.3 C
Sidoarjo
Monday, November 2, 2026
spot_img

Popda XV Jatim, Ajang Panen Talenta Muda Sepak Takraw

Surabaya, Bhirawa

 Pertandingan cabang olahraga sepak takraw Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV Jawa Timur resmi bergulir di Gedung Pemuda Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (2/11). Ajang ini dinilai menjadi momentum vital untuk menyaring atlet pelajar potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Jawa Timur hingga tingkat internasional.

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Provinsi Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Timur, Dr. Muhammad Muhyi, menegaskan pentingnya sinergi antara guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dengan para pelatih di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, Popda tidak boleh hanya menjadi titik akhir kompetisi, melainkan batu loncatan menuju karier atlet profesional.

“Ini momen sangat baik untuk bersinergi mengantarkan sekaligus membina siswa-siswa yang memiliki talenta bagus di cabang sepak takraw. Pembinaan harus diteruskan, tidak hanya berhenti di ajang Popda, tetapi didorong sampai ke level nasional bahkan internasional seperti yang sudah diraih atlet-atlet Jatim di Asian Games,” ujar Muhyi saat ditemui di Gedung Pemuda Unesa, Senin (2/11).

Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan, Muhyi menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak sekolah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Dinas Pendidikan. Kerja sama ini penting untuk memantau dan mengawal perkembangan para atlet muda secara berkesinambungan.

 Selain keterlibatan pemangku kepentingan, Muhyi memaparkan pentingnya strategi pengembangan yang terintegrasi di lingkungan sekolah. Ia menyoroti model pembinaan olahraga di Thailand yang dapat dijadikan referensi, di mana siswa bertalenta mendapatkan porsi latihan khusus di sekolah.

Berita Terkait :  Bupati Sidoarjo akan Berangkatkan 1.342 Atlet dan Pelatih ke Porprov IX Jatim

 “Di Thailand, siswa yang memiliki talenta olahraga menonjol diberikan sesi khusus pengayaan cabang olahraga setelah pukul 12.00, sementara siswa lainnya mengikuti pelajaran reguler. Pendampingan seperti ini memerlukan regulasi dan desain kegiatan yang terkonsep antara sekolah, Dinas Pendidikan, Dispora, dan induk organisasi cabang olahraga,” jelasnya Muhyi yang juga dosen di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya itu.

Pasca-Popda XV, Muhyi mengibaratkan ajang ini sebagai masa panen talenta. Menurutnya, potensi atlet muda yang muncul akan dipetakan, baik yang siap masuk ke level elit maupun yang masih memerlukan pematangan teknik dan fisik.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Pengprov PSTI Jatim bakal membekali para pelatih di kabupaten/kota dengan pendekatan ilmu pengetahuan olahraga (sport science). “Langkah konkret kami di Binpres PSTI adalah memberikan sentuhan dan pemanfaatan sport science kepada para pelatih PSTI kabupaten/kota se-Jatim. Hal ini sejalan dengan panduan sport science sepak takraw yang telah kami luncurkan sebelumnya. Harapannya, atlet hasil Popda dapat terpantau dan terbina secara terukur dan profesional,” tutur Muhyi. wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!